MAUMERE,dewadet.com–Nama Alfonsa Horeng, pendiri sekaligus pengelola Sanggar Lepo Lorun di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah lama melambungkan tenun ikat Sikka ke pentas nasional dan global.
Sukses Anfonsa membawa produk budaya Kabupaten Sikka tak lepas dari peran Bank Indonesia (BI) yang turut serta membinanya sejak 2018.
Gebernur BI, Destry Damayanti, hadir dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Sabtu, 3 Oktober 2026 menampilkan produk tenun, kuliner, dan kopi, bertemu Alfonsa yang diundang dalam FCE.
Melalui video yang dibagikan Alfonsa kepada wartawan, Gubernur BI menyebut ada perempuan yang hebat sekali, namanya Ibu Alfonsa (Horeng) binaan BI 2018, dan usahanya terus berkembang.
Baca juga:BRIN Bidik Pulau Timor Pusat Riset Nasional Pengembangan Energi dan Bahan Bakar
“Beliau sudah diundang ke-35 negara, beberapa kali dia mengajarkan tenun dan juga memperkenalkan tenun hasil karyanya,” kata Destry Damayanti.
Destry Damayanti memuji Indonesia luar biasa sekali dan di NTT, kita punya ibu-ibu yang potensi dengan bakat yang luar biasa. Potensi ini yang perlu terus kita kembangkan ke depan. Karena dia adalah aset untuk Indonesia.
Alfonsa, menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia, sudah memberikan karyanya.
“Kami meneruskan karya Bank Indonesia sampai ke akar rumput. Jadi satu-satunya yang kami harapkan dari akar rumput kepada Bank Indonesia, agar kami bisa memberdayakan lagi. Mengangkat kembali tradisi budaya kita ke peradaban global. Dan, menunjukkan indentitas bangsa Indonesia, bahwa kita mempunyai kekuataan lokal adalah dari budaya kita,” ujar Alfonsa.
Baca juga:“Ria Rago” Film Kawin Paksa di Flores dan Niat Gubernur NTT Bangun Monumen Film di Ndona
Gubernur Bank Indonesia menimpalnya berkata ”inilah pejuang tenun Indonesia yang modern, Kita bangga punya Ibu Alfonsa. Selamat Ibu Alfonsa luar biasa sekali,” pungkas Destri Damayanti. *






