Kopdes dan Koplur Merah Putih Punya Gerai Rp 1,6 Dilengkapi Mobil Pikap
MAUMERE,dewadet.com-Dua Minggu menjelang akhir tahun 2025, progres pembangunan gerai sembako 10 Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Koplur) Merah Putih di Kabupaten Sikka berkisar 3-11 persen. Bangunan gerai dan fasilitas dalam senilai Rp 1,6 miliar dilengkapi satu unit mobil pikap untuk mobilitas usaha.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Agrimas Pangan Nusantara, dan Kodim 1603 Sikka direncanakan diresmikan secara serentak oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada 31 Januari 2026.
“Kemajuan fisik proyek ini tercatat sampai tanggal 15 Desember 2025. Proyek gerai harus selesai 31 Januari 2026,” kata Kepala Dinas Periindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Verdi Lepe, dalam konferensi pers, Rabu pagi 17 Desember 2025 di Maumere.
Ke-10 gerai Kopdes dan Kelurahan itu terdapat di Kelurahan Kota Uneng 4,7 persen, Madawat 10,5 persen, Wuring, 9,2 persen, Wolomarang, 11,1 persen. Kemudian Desa Tilang 5.6 persen, Desa Egon 5 persen, dan Desa Werang 3 persen. Sedangkan Desa Hura Bekor, Geliting dan Desa Koting B masih persiapan lahan.
Baca juga:Kabupaten Sikka Butuh Rp 3,6 Miliar untuk Latih Pengurus dan Pengawas Kopdes
“Masih ada lagi 12 desa yang sudah masuk portal siap dikerjakan. Lokasi pendirian gerai pada tanah-tanah milik pemerintah desa, pemkab, TNI/Polri dan BUMN. Sekiar 80-an desa yang punya potensi tetapi tidak punya lahan, dan warga mau menghibahkan lahan miliknya,” kata Verdi.
Lokasi yang dibutuhkan mendirikan gerai berukuran 30×20 meter persegi. Meski tidak semua pemerintah desa, pemkab, TNI/Polri punya lahan seluas itu. “Kemungkinan pada 2026 nanti ukuran bangunan gerai akan disesuaikan dengan kondisi lahan yang dimiliki di setiap wilayah,” ujar Verdi.
Di Sikka, Kopdes dan Koplur tersebar pada 181 desa dan 13 kelurahan diawali dengan sosialiasi, pembentukan badan pengurus dan pengawas pada bulan Mei 2025 dilanjutkan pengurusan legalitas penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),dan rekening bank. Pelatihan kepada 388 orang pengurus dan pengawas sudah dilakukan.
Verdi menambahkan usaha Kopdes dan Koplur terkonsentrasi pada konsumsen, produksi dan simpan pinjam. Namun untuk simpan pinjam, telah diminta Bupati Sikka belum dijalankan pada tahun mendatang.*





