Senin, 9 Maret 2026. Hari Biasa Pekan III Prapaskah. Kitab Kedua Raja-Raja 5:1-15a; Lukas 4:24-30.

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih, sering kali rahmat Tuhan datang dari tempat yang kita anggap biasa, bukan melalui cara yang besar dan mencolok. Itulah ramat yang telah menyembuhkan Naaman, si penderita kusta.

Dalam Kitab Kedua Raja-Raja hari ini kita mendengar kisah Naaman, seorang panglima besar yang dihormati tetapi menderita kusta. Ia datang dengan harapan akan mukjizat yang megah. Namun nabi Elisa hanya menyuruhnya mandi di sungai Yordan.

Awalnya Naaman merasa tersinggung karena cara itu terlalu sederhana. Tetapi ketika ia merendahkan diri dan taat, ia justru mengalami kesembuhan.

Dari kisah ini kita tahu bahwa rahmat Tuhan sering hadir dalam kesederhanaan, dan hanya hati yang rendah yang mampu menerimanya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Di Sumur Kehidupan Tuhan Menjumpai Hati yang Haus

Dalam Injil Lukas, Yesus menyampaikan kebenaran yang sulit diterima oleh orang-orang di Nazaret. Ia mengingatkan mereka bahwa pada zaman Nabi Elia dan Elisa, rahmat Tuhan justru dialami oleh orang-orang asing.

Janda di Sarfat dan Naaman orang Siria menjadi tanda bahwa kasih Allah tidak dibatasi oleh bangsa, kelompok, atau kebiasaan manusia.

Mendengar hal itu orang-orang di kampung halaman Yesus menjadi marah dan menolak-Nya. Mereka sulit menerima bahwa Tuhan bekerja di luar batas yang mereka bayangkan.

Sabda Tuhan hari ini menyingkapkan satu sikap hati yang sering juga ada dalam diri kita. Kita kadang ingin Tuhan bertindak sesuai dengan harapan kita sendiri. Kita ingin mukjizat yang besar, jawaban yang cepat, atau cara yang sesuai dengan logika kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Rumah yang Selalu Menanti Kepulangan

Namun Tuhan sering bekerja dengan cara yang sederhana dan tak terduga. Seperti Naaman yang diminta mandi di Sungai Yordan, kita pun diajak belajar merendahkan diri dan percaya.

Masa Prapaskah mengundang kita membuka hati lebih luas terhadap karya Tuhan. Jangan sampai kesombongan, prasangka, atau kebiasaan lama membuat kita menolak rahmat-Nya. Tuhan dapat berbicara melalui peristiwa kecil, melalui orang sederhana, bahkan melalui mereka yang sering kita anggap biasa-biasa saja.

Jika hati kita rendah dan terbuka, kita akan melihat bahwa rahmat Tuhan selalu mengalir bagi siapa saja yang percaya.

Marilah kita percaya bahwa dalam setiap tempat, setiap kesempatan, dan setiap keadaan Tuhan tetap mencurahkan rahmat-Nya bagi kita. Rahmat apa yang paling kita butuhkan saat ini? Serahkanlah semuanya kepada Tuhan, sebab Ia tidak pernah menutup tangan-Nya bagi hati yang percaya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iri Hati yang Membunuh Persaudaraan

Petikan BUSA-H hari ini:

“Kesembuhan Naaman dimulai ketika ia menanggalkan kesombongannya dan belajar taat pada cara Tuhan yang sederhana.”

“Prasangka membuat manusia menolak Tuhan yang bekerja melampaui bayangan pikirannya.”

“Selama manusia ingin mengatur Tuhan, ia sulit melihat karya-Nya yang sederhana; mukjizat justru lahir ketika hati belajar merendahkan diri dan taat.”

“Hati yang rendah dan terbuka akan melihat bahwa rahmat Tuhan selalu mengalir di setiap tempat dan setiap kesempatan.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan