Kamis, 18 September 2025. Hari Biasa Pekan XXIV. 1 Timotius 4:12-16; Lukas 7:36-50

Oleh: Rd.Fidelis Dua

SAUDARI-saudara terkasih. Dua kenyataan ini sering sekali kita hadapi, yakni anak muda sering remeh karena dianggap belum berpengalaman; yang tua pun kadang merasa lelah, karena tidak lagi dihargai.

Kita mudah menghakimi dengan melihat masa lalu orang, lalu menutup pintu bagi masa depannya; menilai dari penampilan luar, lalu melupakan isi hati yang terdalam. Di tengah kehidupan seperti ini, kita lupa memberi kasih meski kita penuh kelemahan.

Rasul Paulus hari ini menulis kepada Timotius: “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1Tim 4:12).

Paulus ingin menegaskan: ukuran beriman bukan soal umur, status, atau pengalaman panjang, melainkan kesetiaan menggunakan karunia Allah. Kita semua punya talenta dan panggilan; jangan sia-siakan. Bertekunlah, kata Paulus, sebab dengan kesetiaan itulah bukan hanya kita sendiri yang selamat, melainkan juga orang lain akan ikut merasakan kasih dan kebenaran Allah.

Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kedewasaan Iman Bukan Kenak-Kanakan

Injil Lukas menampilkan gambaran yang sangat menyentuh: seorang perempuan berdosa, yang mungkin dianggap hina oleh masyarakat, datang dengan berani kepada Yesus. Ia menangis, membasahi kaki-Nya dengan air mata, mengeringkannya dengan rambutnya, lalu mengurapinya dengan minyak wangi. Sebuah tindakan kasih yang total, lahir dari hati yang hancur karena dosa, namun penuh kerinduan akan pengampunan.

Yesus memandangnya bukan dengan penghinaan, tetapi dengan cinta yang membebaskan. “Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih” (Luk 7:47). Kasih dan pengampunan selalu berjalan beriringan: yang mengalami kasih akan mampu mengasihi; yang menerima pengampunan akan sanggup mengampuni.

Saudari-saudara. Bukankah kita pun sering seperti perempuan itu? Kita membawa luka masa lalu, beban kesalahan, rasa bersalah yang membungkam kasih di hati kita.

Namun kabar gembira hari ini jelas: Yesus tidak menolak kita. Ia mengundang kita datang dengan air mata kita, dengan keberanian kita untuk jujur, dengan kerinduan kita untuk dipulihkan.Pengampunan Kristus bukan hanya membebaskan kita, tetapi juga memampukan kita untuk kembali mengasihi.

Baca jugaBUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Seperti Anak-Anak: Menjadi Tulus dan Sederhana

Hari ini, kita diajak belajar dua hal penting. Pertama, dari Paulus: jangan sia-siakan karunia Allah yang sudah ada dalam diri kita. Jangan menunggu jadi “sempurna” dulu baru melayani; justru dalam keterbatasan kita, Allah bekerja. Kedua, dari Injil: jangan terjebak menghakimi orang lain. Karena di hadapan Allah, yang terpenting bukan masa lalu seseorang, tetapi kasih yang lahir dari pertobatan.

Saudari-saudara terkasih. Dunia kita sudah terlalu penuh dengan kata-kata yang menjatuhkan, sikap yang menyingkirkan, dan hati yang menolak. Tetapi Kristus memanggil kita untuk berbeda: menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, pengampunan, dan teladan yang menghidupkan.

Mari, kita menggunakan karunia Allah untuk menguatkan orang lain dengan membiarkan kasih mengalahkan penghakiman. Untuk itu kita datang dengan rendah hati ke hadapan Kristus, agar diampuni dan dipulihkan.

Maka, marilah kita datang kepada Yesus, seperti perempuan dengan air mata, dengan hati yang remuk, namun dengan keberanian untuk percaya. Sebab kasih Allah selalu lebih besar daripada dosa kita. Dan dari kasih itulah lahir hidup baru, iman yang teguh, dan pelayanan yang menyelamatkan.

Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Di Tengah Penolakan, Harapan dan Cahaya Tak Pernah Padam

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

”Kasih selalu lebih kuat daripada penghakiman, sebab di balik air mata pertobatan selalu lahir kehidupan baru.”

”Allah tidak melihat masa lalu kita, tetapi sejauh mana kita berani membuka hati untuk diampuni dan kembali mengasihi.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan