Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara, Wings Air Batal Terbang ke Kupang
MAUMERE, dewadet.com-Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Sabtu ini hari 1.05 Wita 2 Agustus 2025 berdampak penutupan sementara operasional Bandar Udara (Bandara) Frans Seda di Kota Maumere.
“Bandara ditutup sementera. Penerbangan Wings Air juga ditunda,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Frans Seda, Partahian Panjaitan, Sabtu pagi.
Dampak abu letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki sampai di seluruh Kabupaten Sikka. Semua benda yang ada di luar rumah tak terkecuali terkena oleh abu letusan gunung api.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago melalui Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sikka, Veri Awales telah mengeluarkan himbuan kepada masyarakat mengatasi dampak abu letusan gunung api tersebut.
Pada tanggal 7 Juli 2025, Bandara Frans Seda juga ditutup sementara sesuai dengan NOTAM Aerodrome Closed Nomor C0894 NOTAMN mulai tanggal 7 Juli 2025 pukul 09.00 WITA sampai dengan 8 Juli 2025 pukul 06.00 Wita.
Penutupan ini dikarenakan jalur penerbangan dan/atau area approach bandar udara terdampak abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Flores Timur.
Diberitakan Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, disertai suara gemuruh dan dentuman kuat, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores kembali meletus, Sabtu dini hari pukul 1.05 Wita 2 Agustus 2025 membentuk kolom abu setinggi sekitar18.000 meter di atas puncak atau 19.584 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi Bandung melalui Pos Pengaman Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 14 menit 5 detik. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





