LPK Musubu Utus Empat Perawat Asal Flores Kerja di Jepang
MAUMERE,dewadet,com-Empat orang perawat yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan menjadi perawat professional asal Pulau Flores kembali diutus Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu berkarya di Jepang. Mereka menjalani kontrak kerja selama lima tahun di rumah sakit dan bisa diperpanjang lagi masa kontraknya.
Hari ini, Selasa 29 September 2026 telah diberangkatkan Martinus Moa menuju Okinawa. Macin, sapaanya asal Wolosaga, Desa Feondari, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka akan berkarya di Rumah Sakit Okinawa, tiba pada hari Rabu besok.
Selanjutnya hari Rabu, 30 September 2026 menyusul Mertin Soi asal Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada ke kota tujuan Tokyo. Terakhir pada 4 Oktober 2026, diberangkatkan Hilman asal Kabupaten Ngada dan Irene Maria Lidi asal Kampung Wukak, Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.
Direktur Bidang Recruitment dan Partnership LPK Musubu, Yofani Francis Yuki, mengatakan para perawat bekerja di Jepang sebagai profesional kesehatan.
Baca juga:Orang Jepang Terkesan Bersih dan Rapih Bengkel Kerja Politeknik Cristo Re Maumere
Mereka punya keahliannya menjadi tenaga kerja dengan ‘skill full worker mengunakan visa kerja visa specific full workers (SSV) atau dalam Bahasa Jepang, Tukutegino.
“Latarbelakang mereka membuat kita jadi bangga. Ternyata bahwa cita-cita tidak memandang siapa orangtuanya dan latarbelakangnya. Selama mereka bercita-cita dan yakin dengan ctia-citanya, buatlah keputusan dan tanggungjawab atas keputusanya, ternyata mereka bisa berangkat,” ujar Vonny Francis Yuki, sapaanya.
Dikatakanya, tambahan empat perawat yang diberangkatkan, maka saat ini telah ada 75 perawat binaan LPK Musubu bekerja di Jepang. Penempatan pertama dilakukan tahun 2022 pasca pandemi Covid-19.
“Kalau tidak salah, 29 orang perawat merupakan lulusan STIKES Santa Elisabeth Keuskupan Maumere dan17 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Sikka,” kata Vonny Francis Yuki.
Baca juga:Alumni Mesin Politeknik Cristo Re dan Pertanian STIPER Bajawa Wawancara Kerja di Jepang
Angkatan pertama, dikatakan Vonny Francis Yuki, sudah empat tahun menjalani kontrak kerja dari lima tahun masa kontrak dan sangat bisa diperpanjang oleh perusahaan di Jepang.
Dijelaskanya, mereka berangkat dengan fasilitas dan kemampuan berbahasa Jepang level N4 dan akan difasilitasi meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang ke level N3.
“Level Bahasa Jepang N3 tujuanya supaya sampai di Jepang, mereka bisa melanjutkan sekolah lagi, sehingga bisa mencapai setingkat SSV profesional. Keuntungannya, gaji bisa dua kali lipat dari sekarang. Bisa selevel dengan orang-orang Jepang atau menjadi ekspatriat (orang asing di negeri orang) yang gajinya dihargai sama dengan eksekutifnya orang di negara setempat,” katanya.
Vonny Francis Yuki, merupakan salah satu politisi Partai Nasdem menegaskan bahwa pengiriman perawat profesional ke Jepang oleh LPK Musubu merupakan salah satu upaya memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Semua yang kami kirim sesuai prosedural, visi kerja, mereka terlindungi secara baik. Martabat mereka dijaga. Kami tempatkan mereka lewat jalur Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI),” tegas Vonny Francis Yuki. *





