Mertin Wujudkan Impian Kerja di RS Tokyo, Macin Pilih Okinawa, “Bali-nya” Jepang

Martinus Moa bersama Ibu Rika, Touroku Shien Kikan atau  Lembaga pendukung terdaftar di Bandara Internasional Naha, Okinawa, Jepang, Rabu pagi 30 September 2026. (dok.martinus moa).

 MAUMERE,dewadet.com-Lulusan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu Bali, Mertin Soi akhirnya bisa mewujudkanya impian bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Tokyo, Jepang.

Pagi tadi, Rabu, 30 September 2026 Mertin bertolak dari Bali menuju Jakarta melanjutkan penerbangan internasional Jakarta-Singapura-Tokyo.  Sementara rekan Mertin, Martinus Moa disapa Mecin sudah tiba Rabu pagi pukul 08.00 waktu Okinawa

Direktur Bidang Recruitment dan Partnership LPK Musubu, Yofani Francis Yuki, menuturkan Mertin dan Macin sejak kecil mengaku gemar menyaksikan film-film kartun Naruto, budaya dan Bahasa Jepang.

“Pada saat kita wawancara, mereka mengaku suka nonton film anime Jepang terutama Naruto itu. Dari sanalah timbul mimpi, kapan bisa lihat Sakura dan salju di Jepang. Hari ini (Rabu pagi) Macin sudah tiba di Okinawa,” kata Vonny Francis, sapaaan Yofani, Rabu, 30 September 2026.

Baca juga:LPK Musubu Utus Empat Perawat Asal Flores Kerja di Jepang

Karakter Macin, dilukiskan Vonny Francis sebagai pribadi yang pegang teguh pada prinsip dan pilihan.

“Dia pengen kerja di Jepang, tapi mau  dekat dengan suasana kampung, pulau. Suasana seperti Flores begitulah. Kota Okinawa pilihanya. Kota ini sangat maju dan fasilitasnya bagus.  Boleh dibilang seperti Bali-nya Jepang,” Vonny Francis menambahkan.

“Dia tidak mau memilih Tokyo, meski awalnya sudah pilih Tokyo. Dia menjadi orang Maumere pertama yang bisa buka jalan buat teman-teman yang lain di Okinawa,” kata Vonny Francis tentang anak didikan LPK Musubu dan  alumni SMAK St.Gabriel Maumere.

Diberitakan sebelumnya,LPK Musubu mengutus empat orang perawat setelah menyelesaikan  pelatihan ketrampilan menjadi perawat professional.Mereka menjalani kontrak kerja selama lima tahun di rumah sakit dan bisa diperpanjang lagi masa kontraknya.

Pada hari Selasa 29 September 2026 telah diberangkatkan Martinus Moa menuju Okinawa. Macin berasal dari Wolosaga, Desa Feondari, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka.

Baca juga:Berapa Pendapatan Perawat asal Flores di Jepang? Gaji Awal Rp 25 Juta, Ada Lembur dan Bonus

Selanjutnya hari Rabu, 30 September 2026 menyusul Mertin Soi asal Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada ke kota tujuan Tokyo. Terakhir pada 4 Oktober 2026, diberangkatkan Hilman asal Kabupaten Ngada dan  Irene Maria Lidi asal Kampung Wukak, Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Tambahan empat perawat yang diberangkatkan, maka saat ini telah ada 75 perawat binaan LPK Musubu bekerja di Jepang. Penempatan pertama  dilakukan tahun 2022 pasca pandemi Covid-19.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan