Selasa, 20 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXIX. Efesus 2:12-22; Lukas 12:35-38.

Oleh: RD. Fidelis Dua.

SAUDARA-saudari terkasih, sebuah rumah megah bisa tampak berdiri tegak dan indah, tetapi kekuatan fondasinya baru terbukti ketika guncangan datang. Jika sedikit guncangan saja membuatnya retak, berarti fondasinya rapuh.

Begitu pula kehidupan kita. Penampilan boleh meyakinkan, kegiatan boleh padat, tetapi tanpa dasar iman yang kuat, hati mudah goyah ketika persoalan datang.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Efesus bahwa dahulu mereka jauh dari Allah, tetapi kini telah menjadi anggota keluarga-Nya berkat Kristus. Mereka dibangun di atas dasar para rasul dan nabi, dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru (Ef 2:19–20).

Kristuslah yang menyatukan dan menentukan arah seluruh bangunan kehidupan kita. Tanpa Kristus, kita mungkin berhasil membangun banyak hal, tetapi kehilangan dasar yang membuat hidup tetap teguh.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Lumbung Penuh, Hati Kosong

Karena itu, Yesus dalam Injil mengingatkan, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (Luk 12:35). Pada zaman Yesus, pinggang yang berikat menandakan kesiapan untuk bekerja, sedangkan pelita yang menyala memungkinkan orang tetap berjaga dalam kegelapan.

Beriman berarti siap melayani dan menjaga hati tetap menyala, bahkan ketika hidup sedang tidak mudah. Yang mengagumkan, Yesus berkata bahwa tuan yang mendapati hambanya berjaga justru akan mengikat pinggangnya, mempersilakan mereka duduk makan, lalu melayani mereka (Luk 12:37).

Betapa luar biasa! Tuhan bukan hanya meminta kesetiaan kita, tetapi juga menjanjikan sukacita perjumpaan dengan-Nya.

Maka, saudara-saudari, jadikan Kristus fondasi hidup dan biarkan iman menjadi pelita yang menerangi setiap langkah. Di tengah pekerjaan yang melelahkan, persaingan yang keras, dan persoalan yang menguras pikiran, tetaplah menjadi pribadi yang dapat dipercaya, tekun menjalankan tanggung jawab, serta membawa keteduhan di tengah suasana yang panas.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Satu Dalam Kristus, Bersatu dalam Misi

Gereja bukan sekadar bangunan tempat kita berkumpul, melainkan persekutuan umat yang menghadirkan kasih Allah melalui kehidupan nyata, sebab Paulus menegaskan bahwa kita sedang dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh (Ef 2:22).

Betapa indahnya bila kehadiran kita membuat orang lain merasakan bahwa Tuhan sungguh dekat. Sebab hidup yang diberkati bukanlah hidup tanpa guncangan, melainkan hidup yang tetap kokoh berdiri di atas Kristus dan menjadi pelita yang terus menyala di tengah kegelapan.

Petikan BUSA-H #20/10/2026

“Kekuatan iman bukan terlihat ketika hidup berjalan tenang, melainkan ketika hati tetap teguh saat badai datang.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman yang Hidup Membawa Damai

“Bangunlah hidup di atas Kristus, sebab apa yang berakar dalam kasih-Nya tidak mudah runtuh oleh guncangan dunia.”

“Pelita iman tidak harus menerangi seluruh dunia, cukup terus menyala agar orang yang kehilangan arah menemukan harapan.”

“Hidup yang diberkati bukanlah hidup tanpa guncangan, melainkan hidup yang tetap kokoh dalam Kristus dan terus memancarkan terang kasih-Nya.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan