Hari ini, 33 Tahun Lalu, Gempa Flores dan Tsunami, Semoga Tidak Amnesia Kolektif
MAUMERE,dewadet.com-Hari ini, Jumat 12 Desember 2025. 33 Tahun yang lalu tepatnya pada hari Sabtu, 12 Desember 1992 pukul 13.29 Wita. Gempa bumi disertai tsunami hebat menerjang Pulau Flores.
Guncangan gempa berkekuatan 7.8 Mw atau Magnitudo berpusat pada koordinat 8.340°LS dan 122.490°BT, dengan kedalaman 20.4 kilometer.
Gempa bumi disusul tsunami meluluhlantahkan semua yang ada di pesisir Pantai Flores. Membunuh 2.100 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka dan 5.000 orang mengungsi. Trauma yang juga masih dirasakan sampai saat ini.
Berbagai catatan menyatakan kerusakan bangunan rumah sejumlah 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah.
Wilayah yang paling parah dampaknya yakni Kabupaten Sikka, Kota Maumere. Lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat. Kemudian Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende dan Kabupaten Flores Timur.
Tsunami hebat karena gempa tersebut memicu longsor di bawah laut. Peristiwa gempa disertai tsunami di Flores tidak terdokumentasi dengan baik di dalam negeri. Saat itu sangat minim perhatian dari ilmuwan Indonesia.
Seperti ditulis nationalgeographic.co.id, sampai 1992 Indonesia belum memiliki ahli tsunami, sehingga riset soal tsunami Flores lebih banyak dilakukan ahli-ahli Jepang. Perhatian kalangan ilmuwan Indonesia terhadap tsunami baru terbangkitkan setelah tsunami Aceh.
Tsunami hebat hingga 26,2 meter di Pantai Riangkroko, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Meskipun di beberapa daerah yang dekat dengan sumber gempa, tinggi tsunami berkusar 2-6 meter. Dampaknya merusak desa-desa bagian selatan di Pulau Babi.
Baca juga:Dentuman Kuat dan Suara Gemuruh Sampai Puluhan Kilometer, Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi
Gempa Flores akhirnya mengundang perhatian para peneliti menyatakan tsunami tidak hanya disebabkan oleh gempa. Di bagian utara Flores, terdapat sesar naik bagian belakang busur Flores (Flores Back Arc Thrust) yang dapat membangkitkan gempa bawah laut dan tsunami.
Walaupun tidak sebesar zona subduksi di Palung Sunda, tetapi zona sesar naik di sebelah utara Flores mampu membangkitkan tsunami, sesar ini penyebab terjadinya gempa di Flores pada tahun 1992 sehingga membangkitkan tsunami di sejumlah pesisir Kepulauan Flores.
Menurut Tim Survei Tsunami Internasional (International Tsunami Survey Team (ITST), run-up tsunami yang terukur setinggi 2 meter di Maumere, 3 meter di Wuring, dan 6 meter di Pulau Babi. Run-up tsunami yang sangat tinggi di bagian timur Pulau Flores setinggi 11 meter di Waibalan dan 26 m di Riangkroko.
Catatan kelam itu masih kuat dalam benak kita. Setiap kita memahami dan mengenangnya dengan refleksinya. Satu yang wajib bersahabatlah dengan alam. Alam menyediakan segalanya untuk untuk hidup, tapi janganlah merusaknya.
Baca juga:Rekaman Seismik, Meningkat Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki
Sekali waktu, bila disakiti terus-menerus, alam akan marah. Dia datang dalam angkara murka. Semoga kita tidak mengalami amnesia kolektif.*




