Wakil Bupati Sikka Beri Pesan Menohok, Jangan Bikin Diri Terlalu Inti
MAUMERE,dewadet.com-Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi melontarkan pernyataan menohok kepada pejabat jangan membuat diri terlalu inti.
“Biasa-biasa saja. Kerjakan yang sesuai. Jangan buat diri terlalu inti e… Lakukan saja tugas yang diberikan dengan baik. Lakukan sesui Tupoksi, sesuai aturan,” kata Simon disambut riuh tepuk tangan ratusan pegawai negri sipil dan P3K dalam pembinaan rohani di Aula Kampus Unipa Maumere, Jumat siang, 5 Desember 2025.
Selama ini, setiap hari Jumat pertama dalam bulan, pegawai negeri sipil beragama Katolik mengikuti perayaan misa Jumat pertama. Baru kali ini, di Jumat pertama dalam bulan Desember diisi pembinaan rohani menghadirkan pembicara asal Surabaya, John Erwin. Sebelum pembukaan pembinaan rohani, para ASN disuguhi pemutaran Film Sie, peraih Piala Citra untuk kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025.
Simon juga mewanti-wanti pegawai yang berurusan dengan proyek supaya bekerja benar dan hati-hati.
“Saya ingatkan rekan-rekan yang berurusan dengan proyek. Hati-hati. Selalu hati-hati! Belajarlah dari pengalaman orang-orang yang lalu . jangan sampai kita mengikuti hal yang salah,” tegas Simon.
Sebagai pembina kepegawaian bersama bupati, Simon berharap pembinaan rohani kepada PNS memberi manfaat dan kekuatan baru, jesmani dan rohani. Kekuatan jesmani harus diimbangi dengan kekuatan rohani. Tidak bisa kita hanya kerja dan kerja terus tetapi iman dan mental kita rapuh,
“Saya punya pengalaman pribadi soal itu. Rohani sangat menopang kita supaya kita tidak jatuh,” kata Simon.
Sebab sehebat-hebatnya kita, sepintar-pintarnya kita dan semampu-mampunya kita, tapi kalau iman kita lemah maka tidak ada artinya.
Baca juga:Wakil Bupati Sikka Apresiasi Film Sie Raih Piala Citra FFI 2025, Bukti Kita Bisa
Menurut Simon, semua orang punya pengalaman masing-masing. Banyak hal terjadi yang dialami oleh setiap kita.
“Saya cerita saja tentang diri saya juga panjang. Mujizat Tuhan yang saya dapat juga banyak sekali. Tetapi kembali lagi kepada diri kita. Kita mau seperti apa. Jabatan dan kekuasaan itu sifatnya sementara. Tidak ada yang abadi. Gunakan sepenuhnya kepercayaan yang diberikan untuk mengabdi dan melayani,” tegas Simon.
“Saya kadang terlalu cerewet, terlalu masuk ke dalam tugas dan kerja . Kenapa laporan ini dan itu terlambat. Urusan ini dan itu tidak beres-beres? Tujuan saya supaya semuanya baik. Tepat waktu,” imbuh Simon
“Ada yang mungkin bilang saya terlaliu cerewet tapi tujuan saya untuk supaya semuanya baik. Ada hal yang tidak beres, mari kita bereskan bersama-sama. Mari selesaikan bersama-sama, Jangan dibiarkan berlarut-larut,” Simon memberi alasan.
“Ora et labora. Bekerja terus tanpa doa juga tidak mungkin.Doa jungkir balik tanpa usaha juga tidak mungkin Harus kerja dan doa, kerja saja tanpa doa juga hampa.”
Ketua Korpri Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan pendalaman rohani diselenggarakan mengacu pada pengalaman praktis, tentang kehidupan di dalam keluarga.
Memilih tawaran hidup yang selaras dan hidup yang seimbang. Sebab, sehebat apapun kita, Tuhan lebih berkuasa atas manusia. Banyak orang rajin berdoa, dan ke gereja, tapi belum tentu mengalami.
“Kita semua punya persoalan, Kita semua punya masa lalu. Tidak yang luput ari masalah. Yang utama iman, aman dan amin membuat hidup kita lebih tenang,” kata Alvin Parera, sapaan Adrianus Firminus.*





