Tanpa Perlawanan Pedagang, Satgas Tutup Pasar Ilegal dan PNPM di Wuring
MAUMERE,dewadet.com-Satuan Tugas (Satgas) Pasar Wuring beranggotakan Satpol PP Kabupaten Sikka, Polres Sikka, Kodim 1603 Sikka dan Lanal Maumere, menutup seluruh aktivitas di pasar ilegal dan Pasar PNPM Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, 3 Km arah utara, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Selasa sore, 9 Desember 2025.
Belasan penjual ikan basah yang sehari sebelumnya, Senin 8 Desember 2025 melakukan aksi damai ke DPRD Sikka dan Bupati Sikka, ngomel dan menyampaikan kekecewaan penutupuan pasar ilegal.
“Bikin mati kami. Kami tidak bisa makan. Kami tidak bisa dapat uang bayar anak-anak sekolah. Pemerintah bikin penganguran tambah lagi,” gerutu para penjual.
Hanya sebagian kecil pedagang sayur, bumbu dapur, dan ikan basah diangkut Satgas ke Pasar Alok. Sebagian membawa pulang daganganya ke rumah dan pedagang yang lain membungkus dagangan dengan terpal dan mengikat tali nilon di lokasi eks pasar ilegal dikelola CV Bengkunis Jaya.
Baca juga:Terang dan Abu-Abu, DPRD Sikka Merespon Pasar Ilegal
Penutupan aktivitas pasar ilegal, Pasar PNPM milik pemerintah kelurahan maupun lahan perorangan yang disewakan kepada penguna seketika membuat sepi. Pemandangan yang sangat berbeda dari keadaan hari-hari sebelumnya sangat ramai.
Ketua Satgas Pasar Wuring, Adeodatus Buang da Cunha, berada di lokasi minta petugas pengelola Pasar PNPM, Karolus, membongkar semua lapak jual ikan basa, Rabu pagi.
Karolus mengatakan sekitar 40- 50-an lapak di sisi kiri dan kanan lokasi PNPM. Sedangkan lapak lainya sebelum gapura Pasar PNPM merupakan lapak-lapak disewakan oleh pemilik lahan kepada para penjual.
“Kami akan minta kepada pemilik yang sewakan lahannya supaya sendiri yang membongkar lapak, sehingga tidak buka kesempatan jualan di sini,” kata Buang da Cunha.
Baca juga:Final! Bupati Sikka,” Besok Kami Tutup Pasar Wuring”
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan MKM Kabupaten Sikka, Verdi Lepe mengatakan sekitar 40-an pedagang secara mandiri telah memindahkan dagangan ke Pasar Alok sebelum penutupan pasar ilegal dikelola CV Bengkunis Jaya.
Selebihnya penjual pengecer kebutuhan sehari-hari, semisal bumbu dapur, sayur-sayuran, ikan kering yang berdagang ‘nomaden’ dari satu pasar ke pasar yang lain di Maumere dan pasar ilegal.
“Ada banyak penjual yang pagi sampai siang hari jual di Pasar Alok, Pasar Tingkat dan sore sampai malam, mereka juial di pasar ilegal,” kata Verdi.
Verdi mengimbau semua penguna pasar mengikuti semua arahan dari pemerintah. Tak perlu menghiraukan dan mendengar ocehan pihak lain yang hanya memanfaatkan penjual untuk kepentingan sesaat.
Baca juga:Kunjungan Pembeli Berkurang, Tiga Hari Jelang Penutupan Pasar Wuring dan Pasar PNPM
Ia mengakui masih ada kekurangan fasilitas di Pasar Alok dan Pasar Tingkat. Tapi, pembenahan, penataan, dan perbaikin akan terus dilakukan untuk menciptakan tertib dan nyaman.
“Penguna pasar juga harus tahu hak dan kewajiban. Jaga kebersihan pasar dan fasiitas yang ada. Sampah dibuang pada tempatnya,” imbau Verdi Lepe. *





