Ini Agenda Dibahas di RAK Kopdit Obor Mas 2026, Aset Rp 1,5 Triliun dan 165 Ribu Anggota Butuh SDM Tangguh

Pengurus, Pengawas, Manajemen dan pengurus Midi KSP Kopdit Obor Mas menyelenggarakan Rapat Anggota Khusus (RAK) tahun 2026 di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere di Pulau Flores, Provinsi NTT. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Rapat Anggota Khusus (RAK) Kopdit Obor Mas tahun 2026 di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Senin 16 Februari 2006 membahas dan akan memutuskan sejmlah program kerja dan rencana kerja tahun berikutnya.

Agenda yang dibahas dalam dua hari rapat sampai Selasa, 17 Februari 2026 yakni pengembangan usaha, penambahan modal penyertaan dalam rangka pemupukan modal. Menetapkan batas maksimal bunga pinjaman dan imbalan, membentuk dan bergabung dengan koperasi sekunder, menunjuk akuntan pablik untuk melakukan audit, keputusan  melakukan investasi, membahas perubahan AD, ART, pembagian, peleburan atau pembubaran koperasi dan hal-hal lain yang terkait dengan pengembangan koperasi yang tidak dibahas dalam RAT.

“RAK membahas hal-hal strategis untuk itu perlu keterlibatan dan partisipasi anggota membahas dan merumuskan setiap agenda dengan baik serta penuh tanggungjawab untuk mendapat persetujuan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT),” ujar Filipe Lelo Bere, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pegawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT menyampaikan arahan Kadis Koperasi dan UMKM NTT.

Dijelaskan, sesuai peraturan perkoperasian dikenal Rapat Anggota (RA) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB), yang mempunyai fungsi yang berbeda. Sedangkan Rapat Anggota mencakup Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Baca juga:Kenapa Kopdit Obor Mas Kokoh Sampai Saat Ini? Puskopdit Maumere Beberkan Alasanya

Aset Besar dan Anggota Banyak

Filipe mengakui Kopdit Obor Mas saat ini telah memiliki 165.412 anggota dan aset Rp 1,5 triliun membutuhkan sumber daya manusia 9SDM) pengurus,  tim manajemen dan pengawas yang berkompeten dan tangguh.

“Saya sarankan kepada pengurus KSP perlu menyiapkan kader untuk melanjutkan pengelolaan koperasi agar Kopdit Obor Mas tetap eksis dalam pelayanan kepada anggota,” ujar Filipe.

Dikatakannya, perkembangan koperasi di Indonesia dan NTT sampai 31 Desember 2025 sebanyak 7.177 unit. Dari sisi jumlah mengembirakan, tapi kualitas masih banyak yang perlu dibina secara intens agar lebih optimal melayani anggota.

Baca juga:Tahun Kedua Kopdit Obor Mas Rapat Anggota Khusus Bahas Program Kerja dan RAPB 2026

Dia menyebut banyak koperasi di Indonesia bermasalah karena pengelolaan yang tidak profesional, pengurus dan pengawasnya masih cenderung mendengarkan apa yang disampaikan oleh pengelola. Banyak pengurus dan pengawas berasal dari aparatur sipil negara. Keadaan demikian tidak menutup benturan kepentingan (conflict of intersest) dalam pelaksanaan tugas.

Pengalaman delapan Kkoperasi bermasalah dan gagal bayar seperti KSP Sejahtera Bersama Rp 8,6 triliun, KSP Inti Dana Rp 930,1 miliar, KSP Indo Surya Rp 13,8 triliun, KSPPS Pracico Ingti Utama Rp 623,3 miliar, KSPPS Pracico Inti Sejahtera Rp 763,8 miliar, KSP Lima Garuda Rp 570,5 miliar, KSP Timur Pratama Indonesia Rp 400 miliar dan Koperasi Berkat Wahana Sentosa Rp 226,7 miliar.

“Kita yang hadir pada kesempatan ini untuk kita sama-sama menjaga dan mengawal Kopdit Obor Mas ini agar semakin maju dan berkembang ke depannya,” ujar Filipe.

RAK 2025 berlangsung dua hari sampai Selasa, 17 Februri 2026 menjadi RAK kedua setelah RAK perdana 2025,
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago diwakili Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Valerianus Samador membuka kegiatan yang dihadiri para pengurus, pengawas, penasehat, manajer cabang dan cabang pembantu dari 32 kantor di Pulau Flores, Lembata dan Pulau Timor, pengurus Midi, General Manajer, Leonardus Frediyanto Moat Lering, dan Dinas Koperasi Provinsi NTT. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan