KUR Kopdit Obor Mas; Anggota Leluasa Beli Hasil Bumi di Kolbano Dijual ke Kupang

Arang tempurung kelapa usaha anggota Kopdit Obor Mas di Kecamatan Kollbano, Kabupaten TTS, diangkut ke Kupang. (dok.anggota)

SOE,dewadet,com-Jauh sebelum bergabung menjadi anggota KSP Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama  (KCU) Timor Tengah Selatan  (TTS), Juliana Gebo, sudah lama dengar nama Kopdit Obor Mas, salah satu Kopdit terbaik Indonesia asal Maumere.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh pengelola Kopdit Obor Mas KCU TTS ke kampungnya di Desa Fana, Kecamatan Kolbano, tahun 2024 membiuatnya semakin tahu keberadaannya. Sosialisasi itu juga mengubah persepsi dan pilihan dengan Kopdit-Kopdit lain yang sudah hadir lebih dulu di kampung. Banyak hal baik dan keunggulan yang dipunyai oleh Kopdit Obor Mas.

Salah satu dari semua produk ditawarkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).Juliana dan belasan orang yang mengikuti sosialisasi kala itu akhrinya memantapkan pilihan menjadi anggota Kopdit.

“Yang bikin kita sangat tertarik karena ada program KUR sama dengan  di bank-bank. Sedangkan di Kopdit-Kopdit yang lain tidak ada pinjaman KUR. Bunga pinjamanKUR sebagian disubsidi oleh pemerintah,“ kisah Juliana awal mula bergabung dengan Kopdit Obor Mas, ketika dihubungi Rabu siang 10 Desember 2025.

Baca juga:Sembilan Tahun Kopdit Obor Mas Sukses Salurkan KUR, Apa Resepnya?

Usaha kios  dan pembelian hasil bumi, kopra, kemiri di Kolbano telah lama dirintis suaminya tak berkembang maksimal. Niat membeli hasil bumi dalam jumlah besar, terhambat modal.

Begitu pula usaha kios di dalam rumah, putarannya sangat lama. Persediaan barang terbatas tak bisa memenuhi seluruh permintaan konsumen yang setiap kali belanja.

“Kadangkala, kalau sudah kesulitan (uang), hasil bumi yang dijual saja ke Soe. Hanya sesekali diangkut ke Kupang,” Juliana membagikan suka dukanya.

Berunding dengan suaminya, mereka membulatkan pilihan meminjam  KUR. Jumlahnya cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan mengembangkan usaha kios dan membeli komoditi dan arang tempurung kelapa.

Baca juga:Tahun Keempat di TTS, Anggota Kopdit Obor Mas Nikmati Pinjaman Rp 23,5 Miliar

“Saya juga kalau pulang mengajar dari sekolah, saya bantu suami urus kios. Kami jalani sama-sama sudah satu tahun lebih,” kata Juliana.

Semenjak punya modal tambahan pinjaman KUR Kopdit Obor Mas, pembelian komoditas dilakukan lebih leluasa. Sekali sepekan, sang suami mengangkut hasil bumi dari kampung mengunakan pikap dijual ke Kupang. Bila kembali dari Kupang, dibawa barang dagangan kios.

“Sejak ada pinjaman KUR Kopdit Obor Mas, usaha kios dan pembelian komoditas jalan lancar. Kami sangat nyaman,” imbuh Juliana.. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan