Kopdit Obor Mas di Mata Tokoh Koperasi Internasional: Kebesaran Tidak Berarti Selalu Sukses
MAUMERE,dewadet.com-Tokoh Koperasi Internasional, Robby Tulus hadir untuk ketiga kalinya di Kantor KSP Kopdit Obor Mas, Kamis sore 9 Juli 2026 di Jalan Kesehatan Kota Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tengara Timur.
Kedatangan pertama kali tahun 1974, Saat itu, keangotaan baru seratusan orang lebih. Kunjungan yang kedua berlanjut tahun 2012. Kedatangan Robby Tulus yang ketiga kali terjadi Kamis sore, 9 Juli 2026.
Menyaksikan kondisi Kopdit Obor Mas saat ini, Robby Tulus yang kini menetap di Kanada memuji kemajuan yang dicapai.
“Ini kedatanganyang ketiga, perkembangan (Kopdi Obor Mas) luar biasa. Perkembangan secara organisasi dan kelembagaan sudah luar biasa,” ungkap Robby Tulus, kepada wartawan usia Ngopi Bareng bersama pengurus, pengawas dan manajemen di Lantai II Kantor Kopdit Obor Mas.
Baca juga:Dua Perempuan Sikka Pimpin Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas
Pria yang memulai kariernya sebagai perintis dan pendiri Gerakan Credit Union Indonesia bersama Karl Albrecht SJ di akhir 1960-an, mengingatkan bahwa segala kebesaran selalu ada kendala-kendala.
“Dan, itu sebabnya saya ke sini untuk memperlihatkan bahwa kebesaran itu tidak berarti harus selalu sukses. Kendala-kendala itu ada saja. Saya berikan pencerahan mengenai pentingnya kebutuhan dan pendidikan,” tegas Robby Tulus.
Karena secara profesional, kata Robby Tulus, kelembagaan Kopdit Obor Mas mendapatkan penghargaan dari pemerintah negara Indonesia,
“Tapi saya tidak mesti mengatakan justeru dengan kebesaran itu, mereka harus introspeksi melihat bahwa anggota-anggota itu bukan hanya sebagai anggota yang simpan pinjam, tetapi anggota yang harus merasakan kepemilikan dan ikut memimpin gerakan Kopdit Obor Mas,” tegas Robby Tulus lagi.
Baca juga:Menteri Koperasi Yakinkan Kopdit Obor Mas Kelola Dana LPDB Rp 200 Miliar
Pendiri Asian Confederation of Kredit Union (ACCU) di tahun 1971 menggarisbawahi Kopdit Obor Mas bukan hanya dimiliki oleh pengurus dan general manajer, tetapi dimiliki oleh anggota dan dipimpin secara kepemimpinanan oleh anggota.
Dia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi oleh Kopdit Obor Mas dan Kopdit umumnya bahwa kecepatan teknologi yang memungkinkan orang melihat Kopdit Obor Mas sebagai obyek.
Karena itu mereka minta anggota Kopdit Obor Mas juga supaya bisa dilibatkan dalam pinjaman online (Pinjol), sistim rentenir yang memakai kedok koperasi, sehingga tantangannya semakin besar.
“Kalau Kopdit Obor Mas masih kecil tentu tidak ada yang datang. Justru sekarang sudah besar, maka banyak sekali yang merasa, wah kita harus manfaatkan juga kekayaannya yang sudah muncul,” kata Robby Tulus.
Tapi jangan dilupakan, kita (Kopdit Obor Mas) datang dari anggota yang dulu tahun 1972 sudah menabung uang (Rp 105.500 simpanan awal di masa berdirinya CU Obor Mas)
“Itu sebabnya saya katakan koperasi adalah salah satu kelembagaan yang paling kuat. Paling permanen dibanding kelembagaan yang lain,” pungkas Robby Tulus.
Ngopi Bareng dipandu Ketua Pengurus, Theresia Angelina Bala, dihadiri anggota pengurus, Ketua Pengawas, Yosephina Andia Dekrita, GM Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, GM Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Fransiskus de Fransu. Ketua Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Ir. Heny Doing, dan juga tokoh Kopdit nasional asal Maumere, Romanus Woga.
Sehari sebelumnya, Rabu 8 Juli 2026. Robby Tulus tampil di Puskopdit Swadaya Utama Maumere menyampaikan materi Reideologisasi, Transformasi dan Resiliensi.*





