Menkop Ferry Juliantono: Saya ke Sikka Menghargai Kopdit Obor Mas

Menkop Ferry Juliantono didampingi Gubenur NTT, Melki Laka Lena, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Dirut LPDB Koperasi, Krisdianto Soedarmono, dan Pengurus Kopdit Obor Mas, Velerianus Samador dalam Ngopi Bareng di Kantor Pusat Kopdit Obor Mas, Jumat sore, 29 Mei 2026. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE, dewadet.com-Janji Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono datang ke KSP Kopdit Mas di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terjawab Jumat sore, 29 Mei 2026.

Menkop membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025, pada Sabtu 30 Mei 2006 di Capa Resort Maumere dihadiri utusan RAT Midi dari 32 Kantor Cabang Kopdit Obor Mas di Pulau Flores, Lembata, dan Pulau Timor.

“Beberapa waktu yang lalu Pak Yanto (General Manajer Kopdit Obor Mas) bersama-sama teman dari Kopdit Obor Mas datang menemui saya langsung. Saya berjanji akan hadir ke Sikka,” uacap Ferry Juliantono, dalam pengantar Ngopi Bareng bersama pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di aula Kantor Pusat Kopdit Obor Mas, Jalan Kesehatan Kota Maumere, Jumat sore.

Menkop didampingi Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto Soedarmono, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, berkata” Saya datang ke Sikka untuk menghargai dan menghormati perjuangan Kopdit Obor Mas yang berdiri sejak 1972,” katanya.

Baca juga:Selamat Datang Menkop Ferry Julianto, Menteri Kabinet Kelima Kunjungi Kopdit Obor Mas

“Ini membuktikan bahwa Kopdit Obor Mas bukan saja lama sejarahnya, tetapi juga membuktikan bahwa Kopdit Obor Mas mampu berkembang dan menjadi kebanggaan di Kabupaten Sikka, Provinsi  NTT dan kebanggaan koperasi nasional.

“Pak Gubernur (NTT), saya menjadi tambah yakin setelah hadir beberapa kali di NTT. Undangan KSP TLM,  kemudian Kopdit Swasatisari dan hari ini (Jumat) di Kopdit Obor Mas,” Menkop menambahkan.

Menurut Ferry Juliantono, aset seluruh koperasi di NTT sebesar Rp 10 triliun lebih disampaikan oleh Gubernur NTT adalah separuh  dari aset Bank NTT,  membutikan bahwa Provinsi NTT sebagai provinsi koperasi.

“Dan saya hadir di sini dan semoga besok kita bisa membuka RAT 2025,” katanya lagi.

Baca juga:Kopdit Obor Mas Ikut Bedah Pembiayaan Koperasi Sehat dengan Kemenkop dan LPDB Koperasi     

“Saya ilustrasikan kalau di NTT, aset koperasi setengah dari aset Bank NTT menunjukan bahwa koperasinya bagus,” puji Menkop Ferry Juliantono.

Meski secara nasional, kata Menkop Ferry Juliantono, aset koperasi seluruh Indonesia dibanding dengan aset perbankan nasional atau badan usaha swasta, perbedaanya ibarat bumi dan langit.

“Itulah  ilustrasi sederhana untuk menggambarkan ketidakseimbangan pemilikan aset perusahaan nasional, badan usaha milik swasta  jika dibandingkan aset dengan koperasi,” tegasnya.

Karena itu, kata Menkop Ferry Juliantono, Presiden ingin bagaimana mengejar koperasi sejalan dengan badan usaha nasional atau badan usaha swasta.

Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bertemu Menkop dan Wamenkop Bahas Program Kakak Asuh KDMP

Ini sejalan amanat Pasal 33 UD 1945, para pendiri bangsa dan tokoh bangsa yang menghendaki kesimbangan antara badan usaha swasta, badan usaha milik negara dan koperasi.

Bahkan kalau pendiri bangsa, lebih menginginkan aset, volume usaha, kegiatan dan partisipasi masyarakat dalam koperasi lebih besar. Koperasi menjadi Soko Guru  atau arus utama (mainstream) perekonmian nasional. .

“KDKMP  menajadi salah satu soluasi,” kata Menkop Ferry Juliantono. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan