Kopdit Obor Mas Ikut Bedah Pembiayaan Koperasi Sehat dengan Kemenkop dan LPDB Koperasi
JAKARTA, dewadet.com-Kopdit Obor Mas dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama 15 koperasi besar mitra menghadiri pertemuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) membedah langkah konkret membangun ekosistem pembiayaan koperasi yang sehat, inklusif dan berkelanjutan, khususnya mendukung layanan pembiayaan ultra mikro dengan bunga maksimal 6 persen bagi anggota Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, ikut dalam diskusi dengan Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, direksi LPDB, dan pejabat Kemenkop, Selasa 19 Mei 2026 di Jakarta.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh koperasi mitra yang selama ini menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem pembiayaan koperasi nasional.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama mendukung implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam penguatan unit simpan pinjam dan layanan lembaga keuangan mikro. Kami berharap koperasi yang hadir dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program strategis nasional ini,” ujar Krisdianto dalam keterangannya, Rabu 20 Mei 2026 dikutip dari Peluangnews.id.
Baca juga:LPDB Anjurkan Kopdit Obor Mas Jadi Kakak Asuh KDMP
Forum tersebut menurutnya, bertujuan membangun pemahaman bersama terkait arah kebijakan dan implementasi program KDKMP sekaligus mendorong partisipasi aktif koperasi dalam pola kemitraan antarkoperasi melalui konsep kakak asuh.
“Melalui diskusi ini, kami ingin memperkuat kolaborasi memperluas akses pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Kami berharap lahir skema terbaik untuk mendukung keberhasilan program KDKMP,” katanya.
Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi menegaskan program KDKMP merupakan langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan pembiayaan murah bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.
“Kami berharap koperasi besar yang telah eksis dan menjadi mitra LPDB dapat memberikan dukungan nyata terhadap layanan unit simpan pinjam atau pembiayaan super mikro di KDKMP melalui pilot project ini. Targetnya jelas, memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan tengkulak dengan tingkat bunga pembiayaan maksimal enam persen,” ujar Ahmad Zabadi.
Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bertemu Menkop dan Wamenkop Bahas Program Kakak Asuh KDMP
Ia menambahkan, skema kakak asuh dalam KDKMP merupakan implementasi nyata prinsip koperasi, yakni kerja sama antarkoperasi, LPDB Koperasi pembiayaan murah
“Ini momentum bagi koperasi besar sebagai kakak asuh. Kita harus mengambil peluang ini dan membangun kerja sama yang produktif antar koperasi. Namun prinsip kehati-hatian tetap dijalankan. Jika memang tidak layak, maka jangan diberikan pembiayaan, dan pemerintah tidak akan mengintervensi proses profiling risiko yang dilakukan koperasi,” kata Ahmad Zabadi. *




