Gol Kontroversi, Wasit Dikejar, Pemain BMP Flores Timur Mogok Main di Piala Suratin

Polisi mengamankan ofisial BMP menyerang wasit dalam pertandingan semifinal Piala Suratin U-17, Rabu, 12 Agustus 2026. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Pertandingan semifinal sepakbola Piala Suratin U-17 mempertemukan tuan rumah Persami Maumere dengan Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur berakhir ribut dan protes, Rabu sore 12 Agustus 2026 di Gelora Samador Maumere.

Keributan itu bermula  dari gol kontroversial pada pertengahan babak kedua bagi Persami.

Kejadiannya bermula dari tendangan pemain Persami ke gawang BMP dalam perebutan bola di area depan gawang BMP. Wasit Bertholens Henuk tidak mengesahkan gol memuculkan reaksi para penonton mengganggu penjaga gawang BMP.

Hakim garis jadi sasaran kemarahan, dia dikejar dan diserang oleh para penonton, sehingga pertandingan dihentikan. Wasit utama dan hakim garis  melakukan konsultasi dengan inspektur pertandingan dari Asprov PSSI NTT.

Baca juga:Persami dan BMP Flotim Lengkapi Dominasi Flores di Semifinal Piala Suratin

Beberapa saat berselang, wasit Bartholens Henuk dan Asprov PSSI NTT mengumumkan tendangan pemain Persami dinyatakan gol.

Keputusan tersebut memicu protes keras kubu BMP. Para pemain, pelatih, ofissial bahkan pendukung masuk lapangan membuat keributan.

Wasit  Bertholens jadi sasaran kemarahan. Salah seorang ofisial BMP mengejar dan menyerangnya. Aparat Polres Sikka yang sigap turun mengamankannya

Tim pelatih kemudian melarang para pemain tak melanjutkan pertandingan. Para pemain dan pendukung meluapkan kekecewaan menangis dengan keputusan tersebut.

Baca juga:Gawi Iringi Sukses Perse Ende ke Final, Tunggu Pemenang Persami dan BMP

Sekitar 20 menit berselang, pemain BMP kembali ke lapangan dikuti pemain Persami Maumere melanjutkan pertandingan. Tapi yang terjadi justeru sebaliknya, para pemain BMP enggan memainkan bola sebagaimana biasa.

Mereka berdiri berkelompok bahkan beberapa diantaranya duduk  di tengah lapangan. Kejadian itu berlangsung sekitar 20-an menit hingga wasit meniup akhir pertandingan.

Pelatih Kepala BMP, Geril Hayon tak kuasa menahan kecewa keputusan wasit yang mengesahkan gol untuk Persami yang dilakukan setelah jedah beberapa lama.  Ia mempertanyakan alasan disyahkan gol tersebut yang tidak pernah disepakati dalam pertemuan teknik sebelumnya.

“Apa alasan dia (wasit) syahkan gol tersebut. Apakah dia pakai VAR (video assistant referee),” tanya Geril ketika berdebat dengan Komisi Disiplin Asprov PSSI NTT.

Baca juga:Perse Ende Kokoh di Puncak Klasemen Grup A Piala Suratin

Hasil keputusan kontroversial itu tetap mengantar Persami main di final berhadapan dengan Perse Ende, Jumat 14 Agustus 2026 pukul 15.00 Wita. Perse Ende maju ke final mengalahkan Citra Bakti Ngada dalam drama adu penalti, 6-5, Selasa 11 Agustus 2026. Pertemuan Perse Ende dan  Persami, merupakan dua tim Grup A  akan menjadi ulangan pertandingan Grup A, Perse mengalahkan Persami. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan