Ratapan Menyayat Mengantar Ibu dan Anak Korban Pembantaian di TTU Dimakamkan di Maumere

Jazad ibu dan anak korban pembantaian di Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara dibawah ke pemakaman di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, sebelah utara Kota Maumere, Pulau Flores, Jumat siang 17 Oktober 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Beberapa orang kaum perempuan paruh bayah meratap di sisi dua peti jenazah ibu dan anak perempuan, Kristina Normawa (43), dan Bernadetha Kuabib (8) di Km 2 Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, Provinsi NTT, Jumat siang, 17 Oktober 2025.

Peti kedua jenazah tersebut dibaringkan pada dua tempat tidur diletakan berdampingan dinaungi tenda terpal di halaman depan rumah orangtua  Kristina.  Pembaringan di halaman rumah sejalan adat kebiasaan masyarakat Kabupaten Sikka terhadap kematian yang tidak wajar.

Begitu selesai perayaan misa requem, sanak keluarga meratap sejadinya. Lintani masa hidup Kristina tercurah.  Seolah tak percaya kematian keji menimpa Kristina dan putrinya Bernadetha.

Ibu dan anak menjadi korban pembantaian Linus Kuabib (51) di Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara  (TTU), Senin 13 Oktober 2025 sekitar pukul 22.30 Wita. Linus Kuabib merupakan ipar Kristina Normawa, adik kandung almahrum suami Kristina, Gregorius Kuabib yang sudah berpulang tahun 2023.

Baca juga:BREAKING NEWS: Dua Jenazah Pembunuhan di Desa Amol, TTU Dibawa Pulang ke Maumere

Fransiskus Adritrianto mengatakan Kristina, sepupunya dikenal perempuan ramah dan baik kepada semua orang. Kematianya sangat keji menyakitkan bagi keluarga. Mereka mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukum seberatnya sesuai perundangan kepada pelaku.

“Kami percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Kami keluarga bersama paguyuban Maumere di Kefamenanu, wartawan dan media sosial akan terus kawal proses hukum,” kata Fransiskus dalam sambutan di rumah duka.

Dua unit mobil jenazah, satu unit dari DPC PDIP Kabupaten Sikka untuk peti jenzah sang mama, dan satu unit mobil jenazah milik Puskemas Maumere ditumpangi sang anak membawa  ibu dan anak ke pemakaman keluarga di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Timur. Kedua peti ditempatkan dalam satu liang lahat yang disekat.

Diberitakan sebelumnya, dua orang korban pembantaian Linus Kuabib (51) di  Desa Amol, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristina Normawa (43) dan anaknya, Bernandetha Kuabib (8), Jumat pagi 17 Oktober 2025 tiba di Maumere dengan kapal perintis.

Baca juga:Tersangka Pembunuhan di Pesta Nikah Jalan KS Tubun Diancam 15 Tahun Penjara

Selain kedua jenazah, dua orang anak Kristina, Amom Kuabib, dan Ruben Kuabib juga dibawa pulang.

Keluarga korban, Fransiskus Adritrianto mengatakan kedua jenazah dibawah pulamg keluarga, sebab menurut informasi keluarga di Desa Amol enggan mengurus secara baik.

“Kami berterima kasih kepada Paguyuban Maumere di sana. Mereka sangat membantu kami mengirim kabar dan mengurus pemulangan kedua jenazah. Kami minta diurus dibawah pulang supaya kami mengurusnya secara layak,” kata Fransiskus. *

Penulis: Eugenius Moa

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan