Pelatih PSN Ngada dan Persap Alor Saling Puji, PSN Tim Terbaik NTT, Persap Lawan Setara

Pelatih PSN Ngada U-17, Andri Nanga (kiri) dan Pelatih Persap Alor, Fauzan Muhammad (kanan). (dewadet.com/eugenius moa)       

MAUMERE, dewadet.com-Pelatih PSN Ngada U-17, Andri Nanga, dan  Pelatih Persap Alor, Fauzan Muhammad saling memuji timnya sebagai lawan terbaik dan setara dalam laga pertama Grup D, Senin sore 27 Juli 2026 di Gelora Samador Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT).

PSN Ngada unggul susah payah 2-1 di babak ‘injury time’ tambahan waktu 90+3. Padahal PSN sempat tertinggal 1-0 sampai pertengahan babak kedua, akhirnya menyamakan skor 1-1 bahkan balik unggul 2-1 jelang akhir pertandingan.

Andri Nanga,mengatakan timnya telah bertemu ketiga kali lawan Persap Alor di Piala U-17. Dua pertandingan sebelumya terjadi di Bajawa, dan kedua di Ende, sedangkan pertemuan di Maumere yang ketiga.

“Persap Alor memberi perlawanan yang bagus. Sudah saya prediksi dari awal, lawan Persap akan menegangkan. Ini pertandingan perdana (Grup D) , sama-sama saling menyesuaikan. Tapi hari ini memberi pelajaran penting,” ujar Andri Nanga, dalam jumpa pers usai pertandingan.

Baca juga:PSN Ngada Susah Payah Unggul Menit Akhir Lawan 10 Pemain Persap Alor

“Saya sempaikan terima kasih, kerja keras anak-anak bisa curi hasil tiga poin di pertandingan pertama,” puji Andri Nanga.

PSN diakuinya mendapat tekanan besar di babak pertama. Usai babak pertama, dilakukan evaluasi dan adaptasi dengan situasi pemain dan lapangan.

“Skema yang kita siapkan, tetapi kerja keras anak-anak luar biasa bisa menyamakan kedudukan, melakukan ‘comeback’ dan mencuri poin,” ujarnya.

Ia enggan mengatakan PSN sedang beruntung melawan 10 pemain Persap Alor, setelah seorang pemainya terkena akumulasi kartu.

Baca juga:Persefim Kalah Perkasa, Pelatih BMP: Pemain Diinstruksikan Harus Menang

“Itu bukan keberuntugan. Sepakbola bukan sekadar keberuntungan, tapi soal kerja keras, bagaimana kita punya jiwa ‘faithing spirit’ untuk bisa mencuri poin. Ini juga strategi, anak-anak punya jiwa ‘faithing spirit’ untuk menang,” tegas Andri Nanga.

Pelatih Persap Alor, Fauzan Mahmud memuji PSN Ngada salah satu tim terbaik sepakbola NTT dan Persap mampu memberi perlawanan yang setara.

Fauzan mengakui Persap menekan lawan hingga kehilangan seorang pemain. Ketika PSN unggul jumlah pemain, Persap Alor tetap meladeni dengan permainan yang terbuka.

“Memang kami menekan, tapi kehilangan satu pemain.Ini kesalahan yang akan kami koreksi untuk  bisa bangkitkan semangat anak-anak kami,” katanya.

Baca juga:Persami Ditantang Nirwana Nagekeo di Pembuka Piala Suratin, Ulangan Ujicoba Persami Unggul 5-1

Tenrang kartu merah diganjar kepada pemainya, Fauzan menegaskan timnya tidak mengintervensi keputusan wasit.

“Kami tidak mau mengajarkan kepada anak-anak kami bahwa itu (keputusan) salah wasit. Kami mengajarkan kepada mereka menerima apapun keputusan wasit. Keputusan ini untuk melatih mental mereka, agar apapun hasil yang kita terima jangan menyalahkan dengan apapun yang kita dapat,” ujar Fauzan.

Fauzan menyesalkan peluang emas terbuang yang didapat pemainya ketika hanya berhadapan dengan kiper PSN Ngada.

“Sangat disayangkan sudah di depan gawang tapi tidak bisa ciptakan gol. Tapi saya bangga dengan pemain saya, mereka mampu bangkit melawan 11 pemain Ngada. Saya puas sekali,” puji Fauzan.

Baca juga:Nirwana Nagekeo Gagal Manfaatkan Penalti, Kapten: Saya Gugup

Diberitakan, meski kalah 1-2 atas atas PSN Ngada, tim Persap Alor menyajikan perlawanan seimbang dalam duel babak penyisihan Grup D Piala Suratin U-17, senin 27 Juli 2026 di Gelora Samador, Kota Maumere, Propvinisi Nusa Tenggara Timur  (NTT).*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan