Rumah Harapan Penuhi Harapan Pegungsi Mandiri Kampung Kabor
MAUMERE,dewadet.com-Hari keenam pasca Gempa Flores, Sabtu pagi 15 Agustus 2026, kebanyakan orang tak lagi betah tinggal di dalam rumah.
Kekhawatiran akan gempa susulan pasca gempa bermagnitudo 7.7 pada Sabtu dini hari pekan lalu masih menakutkan. Tenda-tenda darurat di halaman rumah dan teras rumah menjadi tempat paing nyaman berteduh dari terik siang hari dan udara dingin pada malam hari.
Enam hari berselang kehidupan di rumah-rumah tangga terasa semakin berat memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) untuk makan minum sehari-hari. Para suami pencari nafkah tak lagi bekerja khawatir tinggalkan istri dan anak-anak serta sanak keluarga mereka di rumah.
Di banyak tempat pengungsian, kebutuhan mereka terpenuhi, Makan dan minum bahkan sakit diperhatikan. Ironi justru dialami mereka yang mengungsi mandiri.
Baca juga:KM Tidar Turunkan Bantuan Gempa Flores di Maumere
Rumah Harapan Jakarta Melanie Subono menaruh perhatian akan kesulitan pengungsi mandiri. Melalui Koodinator Lembata, Alfin Rayabelen, dan Koordinator Wilayah Maumere, Alfianus Banjoro, sekitar 70-an jiwa dari lima kelompok pengungsi mandiri di Kampung Kabor, Kota Maumere mendapatkan bantuan Sembako, Jumat, 21 Agustus 2026.
“Sejak gempa hari pertama sampai hari ini (Jumat), warga masih tinggal di tenda dan teras. Masak makan dan minum di halaman rumah. Ada orang lanjut usia dan balita,” kata, Alfianus, Jumat petang.
“Bantuan Sembako hari Ibu Melanie Subono dari Rumah Harapan Jakarta melegakan warga. Terima kasih banyak Ibu Melanie Subono,” ujar warga saat pemyerahan bantuan. *





