Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar, Naik Rp 50 Miliar dari Tahun 2024
MAUMERE.dewadet.com-Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere kembali dipercaya oleh pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 200 miliar, naik Rp 50 miliar dari tahun 2024 sebesar Rp 150 miliar.
General Manajer Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering mengatakan kepercayaan ini bisa kembali diraih karena kinerja yang baik mengelola KUR.
Kopdit Obor Mas menjadi satu-satunya Kopdit di Provinsi NTT dan salah satu dari tiga Kopdit di Indonesia yang dipercaya mengelola KUR. Tahun 2025 merupakan tahun kesembilan, Kopdit Obor Mas mengelola KUR.
“Sejak tahun pertama (2017) sampai tahun kesembilan NPL atau net ‘performance loan nol’ masih persen. Dan, selama saya masih menjabat GM, saya akan pertahankan ini,” kata Yanto, sapaan Frediyanto Moat Lering, Sabtu 3 Mei 2025.
Baca juga:Ignatius Suharyo, Kardinal Ketiga Indonesia Memilih Paus
Selama delapan tahun mengelola KUR, diakui Yanto, belum ada anggota yang mengakses pinjaman KUR membuat macet pinjaman.
Yanto ingat kembali usahanya membawa Kopdit Obor Mas untuk mengelola KUR. Dia bertemu sempat ‘disemprot’ mantan Menteri Koodinator Bidang Ekonomi, Dr. Darmin Nasution, yang menganggap koperasi sebagai perusak kalau mengelola KUR.
Dikatakan Yanto, pengelolaan KUR juga tidak menganggu semangat swadaya dan solidaritas Kopdit. Swadaya tidak hilang, justru semakin terpelihara dengan baik.
Untuk melayani KUR dibutuhkan modal yang berasal dari simpanan anggota. Negara tidak memberikan modal. Artinya, sekalipun anggota terima KUR tetapi dia tetap menabung di Obor Mas.
Baca Juga: Romanus Woga Ibaratkan Koperasi Desa Merah Putih, Matahari Tenggelam Sebelum Terbit
Dengan mengakses pinjaman KUR, split keuntungan yang didapat oleh anggota semakin tinggi, sebab bunga pinjaman yang lebih tingga disubsidi oleh pemerintah. Keuntungan itu dapat membantunya untuk menabung di Obor Mas juga kebutuhan anggota.
“Kelebihan KUR bunga pinjaman murah, meski secara lembaga sebetulnya kita jual bunga komersial. Bunga jadi murah karena sebagian bunga pinjaman ditanggung oleh pemerintah,”kata Yanto.
Keberhasilan mengelola KUR di Kopdit Obor Mas diakui Yanto karena seleksi ketat yang diberlakukan manajemen. Setiao anggota yang mau mulai pinjaman KUR diharuskan lebih dahulu mengakses pinjaman suku bunga reguler.
Ketika pinjaman reguler lancar maka anggota diarahkan meminjam KUR. Bila menjadi peminjam KUR, anggota dididik untuk disiplin karena setiap bulan harus disliplin membayar bunga, tidak boleh tunggak.
Baca Juga: Mulailah dari Pendidikan, Saran Romanus Woga untuk Koperasi Desa Merah Putih
“Kalau tidak bayar maka negara tidak bisa subsidi bunga. Tunggakan yang dilakukan menjadi tanggungjawab anggota bersangkutan. Setoran pinjaman harus lancar supaya negara bayar subsidi bunga juga lancar,” terang Yanto. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





