Bau Belerang dan Abu Gunung Lewotobi Sampai di Sikka, Peserta Didik Dipulangkan ke Rumah
MAUMERE,dewadet.com-Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Sabtu pagi 2 Agustus 2025 pukul 01.05 Wita berdampak sampai ke wilayah Kabupaten Sikka. Semua peserta didik PAUD, TK, SD dan SLTP diperintahkan pulang ke rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, dalam surat edaran Sabtu 2 Agustus 2025 menyatakan hujan abu, bau belerang menyengat berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan menghambat proses belajar mengajar.
Ederan dibagikan di bergai grup media sosial menegaskan, pembelajaran dari Rumah (BDR) dilaksanakan mulai hari ini, Sabtu, 2 Agustus 2025 bagi seluruh peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SLTP di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.
Kepala sekolah dan guru diminta untuk segera memulangkan peserta didik yang telah terlanjur hadir di sekolah, dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan anak selama perjalanan pulang.
Namun, selama masa BDR, guru tetap melaksanakan pembelajaran melalui metode daring atau luring terbatas sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Dampak letusan Gunung Lewotobi mengakibatkan penundaan penerbangan Wings Air dari Maumere ke Kupang, Sabtu pagi, 2 Agustus 2025.
Diberitakan Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, disertai suara gemuruh dan dentuman kuat, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores kembali meletus, Sabtu dini hari pukul 1.05 Wita 2 Agustus 2025 membentuk kolom abu setinggi sekitar18.000 meter di atas puncak atau 19.584 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi Bandung melalui Pos Pengaman Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 14 menit 5 detik. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





