Apa Isi Dialog Wapres Gibran dengan Suster Marcelina Kepala SMASK Bhaktyarsa Maumere?

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SMAK Bhaktyarsa, di Jalan Ahmad Yani, Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa 6 Mei 2025. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Tak banyak yang tahu apa yang disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Raka Buming Raka, ketika kunjungan ke SMASK Bhaktyarsa, di Jalan Ahmah Yani, Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa, 6 Mei 2025. Selama kunjungan berlangsung enam jam lebih tak sepata katapun disampaikan Wapres kepada media.

Kepala SMASK Bhaktyarsa, Suster Marcelina, SSpS membeberkan bahwa Wapres menjanjikan mengutus Menteri Pendidikan Nasional datang ke Maumere untuk membantu sekolah.

“Tadi waku dia (Wapres) lihat anak-anak mengoperasikan laptop lola (lelet), Bapak Wapres mengatakan kita harus cari solusi,” Suster Marcelina menirukan Wapres.

Wapres berkata, “apapun masalah (sekolah) harus dicari solusi. Jadi suster tetap semangat. Kami akan beri perhatian,”Suster Marcelina kembali menangis mengingat pertemuan dengan Wapres.

Baca Juga: Suster Marcelina Terisak Lepas Wapres Pulang dari SMAK Bhaktyarsa Maumere

Suster Marcelina mengakui menyerahkan langsung propolsal sekolah dan yayasan kepada Wapres. Seharusnya proposal tersebut diberikan kepada staf, tetapi Wapres yang menerimanya langsung.

Di dalam proposal tersebut, Suster Marcelina membeberkan kondisi atap seng sekolah yang telah karat, tetapi proses belajar-mengajar tidak pernah karat.

“Kami selalu memikirkan anak-anak yang susah dan miskin, Bapak bilang kami akan pikiran itu, juga dengan bangku dan meja belajar yang sudah dulu kala. Kasihan ya. Sekolah bermutu  (sejak 1957) tapi kurang diperhatikan,” Suster Maracelina mengingat pernyataan Wapres.

Suster Marcelina juga menyerahkan proposal SDK Bhaktyarsa yang telah berusia 50 tahun. Seng atap gedung sudah karat dan tiris air hujan, tapi murid tetap membludak di sekolah berprestasi.

Baca Juga: Wapres Gibran ‘Omong-Omong’ dengan Perwakilan Poktan di Pondok Daun Kelapa

Ia menilai sosok Wapres Gibran lain dari yang lain bikin Suster Marcelina terharu. Dia tidak mau ada baliho dipampang, tidak mau diterima dengan tarian mesk telah disiapkan.

“Kami sudah siapkan, tapi dia tidak berkenan. Beliau tipe pemimpin yang jadi ‘role model’, pemimpjn yang punya budaya sendiri. Budaya merendah. Budaya tidak mau bikin ribet dan merepotkan, Beliau mengingatkan tidak boleh ada yel-yel dan tidak boleh diatur. Beliau bilang kegiatan belajar mengajar berlangsung apa adanya pada saat kunjunganya,” imbuh Suster Marcelina.

Semangat yang dimiliki oleh Wapres Gibran, kata Suster Marcelina sejalan  dengan kepemimpinan SSpS yakni Abdi Hamba Roh Kudus.

Dia akhir perjumpaan itu, Suster Marcelina kembali menangis menitip salam kepada bapak (Jokowi).

Baca Juga:Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Sikka Tiga Jam

“Karena kami banyak belajar dari Bapak (Jokowi), juga Bapak Gibran. Sosok yang menanggapi segala sesatu tidak dengan sikap agresif, tetapi dalam sikap diam dan tenang. Itu kebanggaan kami,” kata Suster Marcelina. Wapres Gibran menyampaikan terima kasih berulang kali.

“Kami para suster yang selalu memikirkan anak-anak Indonesia. Jadi titip pesan, beliau tidak mau dikalungi. Saya bilang ke bapak (Wapres), saya bisik saya titip di protokoler. Pak Gibran bilang tidak apa-apa,” katanya.

Suster Marcelina menyampaikan terima kasih untuk kesederhaan yang mengubah dunia pendidikan. Pendidikan tidak mementingkan senioritas, penghargaan, yang lebih tua jadi pemimpin. Tidak. Tetapi pemimpin yang meredah, membumi datang untuk memberi bukan menerima,” kata Suster Marcelina. *

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan