Bukti Kubur Janin LC Pub Eltras Dipegang Jaringan HAM Sikka
MAUMERE,dewadet.com-Jaringan HAM Sikka menyimpan bukti-bukti dugaan kuburan janin di depan mess Eltras Bar dan Karaoke di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Novi omong kuburan janin itu benar. Ada tiga kuburan janin. Ada dokumentasinya. Ada buktinya, pada saatnya dibutuhkan penyidik tentu saja diberikan,” kata Pater Vande Raring, SVD dari JPIC SVD dihubungi wartawan Rabu,18 Frebuari 2026.
Pater Vande menegaskan jaringan HAM Sikka tidak merespon somasi yang dilakukan oleh kuasa hukum Eltras Bar dan Karaoke, karena somasi itu dinilai hanya mau mengalihkan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi terhadap 13 orang ladies club (LC) yang sudah dilaporkan ke Polres Sikka.
Ia mengatakan Jaringan HAM Sikka juga tidak ingin terpengaruh dengan segala macam pernyataan yang hendak mengalihkan perhatian kasus TPPO ini.
Baca juga:Janin Dikubur, Bayi Dibarter Tanah, Pub Deltras Bukan Hanya Cash Bon dan Dugaan TPPO
“Ada LC yang hamil dipaksa bekerja,” kata Vande Raring.
Diberitakan sebelumnya, seorang dari 13 LC asal Provinsi Jawa Barat membeberkan intimidasi fisik dan psikis yang sangat berat dan sejumlah janin yang dikuburkan di depan mess pub hingga seorang bayi yang hendak ditukar dengan tanah oleh pemilik pub.
“Disana ada banyak janin yang digugurkan lalu dimakamkan di depan mess kami tinggal. Pernah ada juga ladies hamil, lahirkan bayi. Bayinya mau ditukar dengan tanah. Tapi ladies tidak mau, dan dia bawa pulang baginya ke Jawa Barat,” kata Novi, salah satu dari lima ladies hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Sikka, Senin siang 9 Februari 2026.
RDP dengan Jaringan HAM Sikka melibatkan TRuK-F, Chandraditya, BEM IFTK Ledalero dihadiri para tokoh penting. Rektor IFTK, Prof.Dr.Otto Gusti, Pater Hubert Thomas, Pater Vande Raring, Suster Ika dari TRuK-F, mantan Bupati Sikka, Drs.Aleks Longginus, dan para pegiat HAM Sikka.
Baca juga:Menolak Ditiduri Tamu, Pekerja Pub Deltras Maumere Didenda Rp 2,5 Juta
Novi membeberkan keterlibatan oknum anggota Polres Sikka dalam pengelolaan Pub Deltras. Oknum tersebut, kata Novi mengianiaya salah seorang ladies, tapi pemilik bukan dibela oleh pemilik pub, melainkan diintimidasi dan disalahkan.
“Andi (pemilik pub) tahu semuanya, tapi dia malah membela pelaku. Karena dia punya jaringan bersama polisi,” kata Novi.
“Ada juga teman saya hamil, ayahnya itu anak dari seorang anggota polisi,” kata Novi lagi.
“Memang kami pekerja malam, tapi kami juga butuh keadilan. Ada bukti chat, foto, video, voice note. Semuanya saya simpan,” imbuh Novi. *





