Bupati, DPRD dan KONI Satu Suara Jadikan Sikka Tuan Rumah PON 2028

Ketua KONI Kabupaten Sikka, Robi Idong bersama para pengurus melakukan audiens dengan DPRD Sikka, Kamis 5 Maret 2026 membahas Sikka tuan rumah PON 2028. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Kabupaten Sikka mengambil bagian menjadi penyelenggara pertandingan dan perlombaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah bersama.

Bupati dan Wakil Bupati Sikka, DPRD dan KONI Kabupaten Sikka satu suara menjadikan Sikka  menyelenggarakan pertandingan bola voli, sepakbola putri dan cabang beladiri.

Ketua KONI Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, telah melakukan diskusi dengan Bupati dan Wakil Bupati Sikka sebelum audiens dengan DPRD Sikka, Kamis 5 Maret 2027.

Robi Idong, sapaannya mengakui event ini akan membebani anggaran, namun pesta olahraga nasional empat tahunan ini sangat besar dampak terhadap masyarakat, generasi muda dan daerah. Ia menyebut ‘branding’ daerah ini akan dilihat di mata nasional bahkan dunia.

Baca juga:Pemerintah Pusat Alokasikan Rp 150 Miliar Lintas Utara Flores

Dampak jangka panjang setelah PON, daerah ini punya venue atau fasillitas olahraga standar nasional dan internasional. Pengerjaan semua fasilitas mengikuti ketentuan nasional dan internasional, selain dampak ekonomi.

“Masyarakat bangga PON bisa diadakan di Maumere. Mental atlet kita juga dibangun, tidak minder, punya rasa percaya, mereka kelak terbiasa berlaga di fasilitas olahraga standar nasional dan internasional,”katanya.

Ini yang sangat mahal, kata Robi.  Memang ada pembiayaan tetapi dampaknya besar bagi daerah. Promosi daerah, pariwisata dan potensi yang dimiliki oleh daerah .

“PON pertama kali di NTT mungkin akan terulang lagi puluhan tahun yang akan datang. Momentum ini jangan sampai disepelekan dan ditinggalkan,” ujar Robi Idong.

Baca juga:Senyum Ketua Badan Kehormatan DPRD Sikka Ditanya Kerja BK: Kami Sudah Berproses, Hari Ini Periksa Terlapor

Bupati Sikka periode 2019-2024, mengatakan  kehadiran pengurus KONI Sikka ke DPRD bertepatan momentum penyusunan KUA PPAS RKPD.

“Dalam momentum yang baik, kami sampaikan harapkan kami disesuaikan dengan kebijakan anggaran. Kalau kita semua berkomitmen sama akan ada jalan. Kegiatan akan dimulai tahun 2027,” kata Robi Idong, dalam pertemuan dipimpin Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi.

“Kalau sudah ditetapkan menjadi daerah penyelenggara, tidak seluruh beban anggaran ada di daerah. Anggaran PON didanai dari APBN,” katanya.

Ia mengatakan cabang olahraga yang akan diusulkan dipertandingan  sudah dikoordinasi dengan Bupati dan Wabup Sikka, mengutamakan cabang olahraga dimana anak Sikka pernah berlaga di level nasional yakni sepakbola putri, bola voli dan cabang beladiri.

Baca juga:Tanpa Babi, Moke dan Beras, Denda Adat Anggota DPRD Sikka Tinggalkan Soal

“Minat masyarakat pada cabang bola voli dan sepakbola putri sangat tinggi,” kata Robi Idong.

Sekda Sikka, Adrianus Firminus Parera,  mengatakan PON menjadi momentum  yang akan membesarkan Sikka. Saat ini pemerintah sedang menyusun dokumen perencanaan anggaran 2027. Pada minggu kedua bulan Juni, RKPD akan ditetapkan dengan peraturan bupati.

“Kalau ada rekomendasi, catatan atau pertimbangan dari DPRD menjadi atensi bupati memfinalisasi dokumen anggaran,” katanya.

Kebijakan Anggaran 

Baca juga:Ditinggalkan Oknum DPRD Sikka, Indrayani Penuhi Permintaan Keterangan di Badan Kehormatan

Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi mengatakan PON 2028 perlu disambut dan didukung oleh semua elemen masyarakat. Kita butuh persiapan dan kebijakan anggaran untuk disepakati oleh DPRD dan pemerintah.

Event nasional ini, diakui Stef menjadi momentum branding daerah dan memberi kesempatan kepada putra-putri Sikka berlaga di tanah kelahiran. Manfaat lainnya, fasilitas olahraga akan dibangun, karena ada dukungan anggaran dari daerah dan pemerintah pusat.

Ia mendorong KONI Sikka mengusulkan ke KONI NTT dan KONI Pusat cabang olahraga yang dipertandingkan atau dilombakan.

“Rapat ini belum memutuskan apapun. Kita hanya ingin pemerintah dan DPRD punya komitmen yang sama dengan KONI bangun fasilitas olahraga di Sikka. Rekomendasi DPRD menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam perencanaan,” kata Stef.

Baca juga:Lima Gepok Uang Merah dan Biru Akhiri Asmara Terlarang Anggota DPRD Sikka dengan Indrayani

Anggota Fraksi Partai Gerindra, Fabi Toa, mengatakan keuangan daerah memang sulit, tapi kondisi itu tidak bisa membatalkan event nasional diadakan di Sikka. Sebab, akan banyak dampak yang didapat oleh daerah dan masyarakat sejak kegiatan sampai setelah kegaiatan.

Ia mendengar anggaran PON 2028 dari APBN sebesar Rp 15 triliun. Sikka harus bisa dapatkan peluang sekitar Rp 2-3  trilun untuk membangun fasilitas olahraga.

“Kita kerja kolaborasi semua pihak. Mari kita tinggalkan semua ego dan sama-sama kerja untuk kepentingan daerah ini,” kata Fabi.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan