MAUMERE,dewadet.com-Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstarck Maumere yang vakum tiga tahun akan digelar lagi di Sirkuit Wairi’I, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, sekitar 10 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores. Sejumlah 60-80 peserta akan bersaing dalam 18 kelas yang  dilombakan selama tiga hari, 10-13 Juii 2025.

Beberapa tim kuat dari Kupang, Ende, Labuan Bajo, dan tuan rumah Maumere sudah menyatakan kesediaan membawa tim-timnya dalam kejuaraan yang diselenggarakan Sikka Racing Team.

“Panitia penyelenggara sudah mengantongi rekomendasi Polres Sikka dan Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTT. Dukungan dari dinas terkait sudah ada di tangan panitia,” kata Sekretaris panitia, Oping Toka, kepada wartawan, Sabtu siang 28 Juni 2026 di Maumere.

Oping menjelaskan,18 kelas diombakan diantaranya 4 kelas lokal Sikka, 4 kelas pemula Flores, pemula dan pro 5 kelas, 4 kelas lokal NTT dan kelas trabas.

Baca Juga: Kongres PSSI Tetapkan Lima Anggota PSSI NTT

Perlombaan yang diselenggarakan Sikka Racing Tim ini sekaligus menjadi arena seleksi croser yang akan mewakili NTT dalam babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional. NTT mendapat jatah empat croser dalam event empat tahunan ini.

“Sirkuit lomba sudah 80 persen. Pengpov IMI NTT sudah melakukan survei tanggal 18 Juni 2025 dan memberi beberapa rekomendasi untuk perbaikan yang sudah kami tindaklanjuti,“ Oping menambahkan.

Sirkuit lomba memiliki rukuran panjang 700-an  meter dan lebar bervariasi 7-16 meter,  kata Oping, dilengkapi empat arena jumping besar, tiga arena jumping kecil, enam superball dan enam tikungan.

Ketua Panitia Kejurda Grasstrack Sikka Racing Tim 2025, Amandus Ratason mengatakan penyiapan arena perlombaan mencapai 80 persen, Sisa pembenahan kecil-kecil akan dibereskan sebelum perlombaan dimulai.

Baca juga: Sony dan Diky Raja Kantongi Dukungan 32 Klub Modal Pimpin Askab PSSI Sikka

Pemilik lahan lokasi lomba Aliando Gode, kata Amandus, memberikan keleluasaan kepada penyelenggara menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perlombaan.

Karena sebelumnya, Amandus menegaskan, oknum mantan Kepala Desa Umat Uta di Kecamatan Bola mengklaim sebagai pemilik lokasi karena memegang sertifikat foto copy yang diserahkan oleh pemilik lahan pada 2016 untuk menjual lahan tersebut.

“Persiapan yang paling memakan biaya dan tenaga yakni sirkuit lomba. Hari ini, tidak ada masalah dengan arena sirkuit. Polres Sikka tidak mungkin memberikan rekomendasi kalau ada soal. Beberapa waktu yang lalu jadi viral di media sosial karena klaim orang pegang sertifikat foto copy,,” tegas Amandus, didamping Foni Chandra, istri Aliando Gode. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan