GM Kopdit Obor Mas Bekali Manajer Texas 10 Keahlian

General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-General Manajer (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering memberi kepercayaan kepada Marthinus Tue mengemban jabatan manajer ‘Texaz’, sebutan untuk wilayah Kopdit Obor Mas Cabang Kota Baru di Kabupaten Ende. Menghadapi keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, Frediyanto membekali keahlian kepada Marthinus menjalankan misinya di sana.

“Ini misi ke Kota Baru menyelamatkan cabang ini. Kondisinya sedang tidak baik-baik saja,” kata Yanto, sapaan Frediyanto,  memberikan sambutan pelantikan Rabu malam 11 Desember 2025 di Aula Kantor Pusat Jalan Kesehatan Kota Maumere.

Seremoni pelantikan dihadiri Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando, Sekretaris I pengurus, Theresia Angelina Bala, anggota pengurus Andreas Mbete, Dakal Pius, Aleksius Bartholomeus,  pengawas Valentinus Vidis, Konstantinus Sanga, Deputi Pengendalian Internal, Nong Baga, para manajer cabang di wilayah Kota Maumere dan karyawan.

Yanto, sapaan Frediyanto mengatakan setiap kali melantik manajer baru, dia selalu mengingatkan 10 keahlian atau skills kepada setiap manajer yang juga ‘leader.’

Baca juga:Pagi Dipanggil GM, Malam Martinus Dilantik Pimpin Kopdit Obor Mas Cabang ‘Texas’

Keahlian pertama, kata Yanto adalah human skills, adalah kemampuan menjalin relasi antarmanusia untuk membangun kerjasama secara aktif melalui komunikasi, motivasi dan kolaborasi yang esensial untuk mencapai tujuan.

“Hal pertam tiba di Kota Baru jalin hubungan dengan staf. Mereka yang akan bantu misi mulia ini. Komunikasi, kerjasama  dan kolabarasi untuk memperjuangankan sesuatu yang hendak dicapai. Dengan Kelompok Sahabat (KS), karena mereka adalah tulang pungung kita. Jangan biarkan mereka jalan tanpa arah,” saran Yanto.

Kemudian dengan semua stakeholder, pemerintah, tokoh masyarakat, agama, perempuan dan lainnya. Tetapi, paling penting menjalin komunikasi yang efektif dengan anggota yang empunya lembaga ini.

“Pemilik lembaga ini adalah anggota,bukan GM, bukan juga pengurus dan pengawas. Tujuan kita adalah membantu anggota meningkatkan kesejehteraan,” tegas Yanto.

Baca juga:KUR Kopdit Obor Mas; Anggota Leluasa Beli Hasil Bumi di Kolbano Dijual ke Kupang

Bekal yang kedua, ketrampilan komunikasi. Yanto terkenang pertanyaan dosenya semasa kuliah. Ia berkata “siapa yang mampu menyampaikan berita buruk dengan bahasa yang baik, sehingga tidak membuat orang yang mendengar berita itu sedih atau tersinggung. Kalau dia berhasil menyampaikanya, artinya dia punya ketrampilan atau keahlian komunikasi yang bagus. Orang lain yang menerima berita buruk sebagai hal yang biasa-biasa saja,” Yanti menirukannya.

Ketrampilan komunikasi, kata Yanto, adalah juga menyangkut kemampuan menyampaikan gagasan, ide dan visi secara jelas dan tegas, sehingga dipahami oleh orang mendengarkanya.

“Seorang manajer disebut gravitasi organisasi. Bagaimana dia membuat sesuatu menjadi gempar menjadi gerakan. Menggerak semua orang di organisasi untuk mencapai apa yang kita impikan, apa yang diharapkan, dan dicita-citakan,” katanya.

Ketiga keahlian teknik, yakni ketrampilan mengetahui hal teknis pekerjaan. Bisa membaca neraca, NPL, laporan keuangan, portopolio. Bila ada masalah mampu menemukan akar masalah dan menemukan solusi.

Baca juga:Tahun Keempat di TTS, Anggota Kopdit Obor Mas Nikmati Pinjaman Rp 23,5 Miliar

“Paham benar manajemen resiko. Dalam dunia bisnis terdapat 12 jenis resiko yang terbagi dalam resiko keuangan dan resiko non keuangan. Setiap  resiko harus dicari tahu penyebab, efek dan soluasinya,” jelas Yanto.

Demikian juga ketika menghadapi resiko lakukan identifikasi masalah, analisa resiko, cari akar masalahnya,evaluasi, dan mendengarkan,  Tapi, jangan panik ketika menghadapi resiko.

Keempat, keahlian membuat konsep atau conseptual skill. Pemimpin harus memikirkan target jangan panjang, cita-cita karena itu harus visioner. Jangan terpaku pada kondisi yang ada.

Pengalaman GM 

Baca juga:Ingat! Jaga Nama Baik Kopdit Obor Mas, Pesan Ketua Pengurus untuk Karyawan Magang

Yanto membagikan pengalamanya ketika pertama kali dipercaya pengurus mengemban jabatan Kepala Kantor Kopdit Obor Mas, di tahun 1996.

Ia mengatakan kondisi Obor Mas kala itu apa adanya. Anggota yang hendak pinjam uang harus antri berbulan-bulan. Bila pinjaman dilakukan pada bulan Juni maka dia harus ajukan sejak Januari.

“Kalau kondisi seperti ini maka lembaga ini bisa mati. Tapi, saya punya tekat, kemauan keras, berjuang untuk mengubah sesuatu. Saya bermimpi suatu saat anggota datang pinjam dan langsung dilayani. Tidak perlu antri. Mimpi itu saya lakukan dengan langkah konkrit,” kata Yanto.

Aset Obor Mas saat itu belum mencapai Rp 1 Miliar, sedangkan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Beringin paling besar di Maumere punya aset sekitar Rp 1,8 miliar.

Baca juga:Diklat Karyawan, GM Kopdit Obor Mas Tekankan Sikap Tahu Diri, Jujur dan Rendah Hati Layani Anggota

“Saya butuh waktu satu tahun dua bulan lewati asetnya KPN Beringin. Karena saya punya tekad dan mimpi,” kisah Yanto lagi.

“Kalau mau sukses harus kerja keras. Efeknya kita kehilangan waktu bersenang-senang dengan keluarga. Tapi bukan berarti kita kerja tanpa mengenal waktu, tapi kondisi yang membuat kita harus ke sana. Itulah resiko dari seorang pemimpin yang ingin sukses,” tegas Yanto.

Yanto menyebut  keahlian kelima yang dipunyai oleh seorang manajer yakni leadership skill adalah kemampuan memotivasi, menginsipirasi dan membimbing orang lain bekerja produktif mencapai tujuan bersama secara efektif.

Keenam, problem solving skill atau keahlian memecahkan masalah. Manajer dituntut mampu mengidentifikasi akar masalah, dampak, mengevaluasi dan mengklarifikasi.

Ketujuh, keahlian mengelola waktu. Kedelapan, ketrampilan mengarahkan dan mengawasi. Yanto menggarisbawahi, ketika memberi petunjuk, perintah, memberi arahan untuk dikerjakan, maka harus diikuti dievaluasi apakah petunjuk yang diberikan dijalankan atau tidak. Jangan hanya memberikan perintah atan pentujuk lalu membiarkan, akan mubasir.

Baca juga:Handriyanto, Klaim Biaya Perawatan,Meninggal Diberi Dana Duka dan Asuransi Kopdit Obor Mas   

Kesembilan, kemampuan beradaptasi dengan kedaan atau kondisi setempat. Kesepuluh, ketrampilan membuat keputusan. Dari sekian banyak pilihan, harus memilih salah satu keputusan yang paling baik.

“Kadang keputusan yang diambil menyakitkan kepada semua orang. Ingat kita bukan pemuas manusia, maka harus punya sikap pilihan selamatkan lembaga adalah pilihan, sekalipun akan berdampak kepada kita juga,” tegas Yanto.

Menurut Yanto, jika semua tips bisa dilaksanakan dengan baik, dia yakin akan bisa meraih sukses.

“Yang penting harus mulai dengan kerja keras, kerja cerdas, kerjasama, fokus dan iklas.  Kalau kita kerja iklas pulang langsung nyenyak,” imbuh Yanto. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan