Tahun Ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Pesan Menko Bidang Perekonomian, Ingat NPL
MAUMERE, dewadet.com-Bermula ‘kotbah’ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dr.Darmin Nasution menerima kedatangan General Manajer (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto, sekitar bulan Desember 2016 telah membuka peluang besar bagi Kopdit Obor Mas menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Menko Bidang Perekonomian setuju menambahkan “KUR bisa disalurkan oleh bank dan/koperasi yang memenuhi syarat menurut penilaian” dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko).
Yanto, saapan Frediyanto Moat Lering mengira dialog dengan Darmin Nasution sudah berakhir. Rencana besar menjadi penyalur sudah pasti dalam genggaman.
Ternyata Darmin Nasution kembali mengingatkan Yanto tentang Non Performance Loan (NPL). Peringatan itu kembali membangkitkan lagi semangat dialog Yanto dengan Darmin Nasution.
Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, ‘Jurus’ GM Obor Mas Meluluhkan Menko Perekonomian
“Tapi ingat, kau harus bisa jaga NPL dibawa 5 persen atau tidak,” kata Darmin Nasution.
“Bukan dibawa 5 persen pak.Tapi nol pak,” kata Yanto menunjuk bentuk ibu jari dan jari telunjuk berbentuk bulatan menunjukkan angka nol.
“Saya jawab nol sambil berikan bentuk jari tangan kanan saya,” Yanto mengisahkan lagi dialognya seperti ditulis di buku “Terus Menjadi Cahaya,” 50 Tahun Kopdit Obor Mas.
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Braman Setyo yang menyaksikan suasana dialog kal itu menyentuh kaki Yanto (peringatkan). Namun Yanto tetap semangat. “Tidak! Saya yakin nol.”
Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Proposal Nyaris Ditolak Kemenkop
“Kau bisa menjadi penyalur KUR. Tapi kau usahakan NPL tidak boleh dari 5 persen. Bukan sanggup saja pak. Saya akan beri angka nol,” Yanto merespon penuh percaya diri.
“Ok…Bagus ini Pak Deputi tolong diperjuangkan. Supaya kita bisa pertimbangkan. Ini koperasi bagus,” imbuh Darmin Nasution lagi.
“Setelah dia habis omong, saya minta lagi. Bapak saya bolehkah minum ini sprite? Minum saja. Habiskan juga boleh,” jawab Darmin tertawa terbahak-bahak memecahkan suasana.
Braman Setyo menyaksikan keadaan itu kembali menendang kaki Yanto mengingatkannya.
Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR, Buah Kerja Keras Empat Tahun Menata Diri
Ketika keluar dari Kantor Kemenko Perekonomian, Yanto akhirnya buka kartu kepada Braman Setyo kenapa ia harus berlaku seperti ini bertemu Menko Perekonomian.
Yanto mengatakan memahami watak Darmin Nasution berasal dari Propinsi Sumatera Utara tak berbeda jauh dengan watak warga NTT.
“Tidak Pak (Braman). Pak Menko ini wataknya sama dengan kami dari NTT. Kalau dia kasar, kita lawan dengan kasar juga. Tidak bisa halus-halus,” kata Yanto.
Braman menahan diri menghadapi pertemuan ini mengaku, “kalau saja dengan orang lain, saya sudah pulang ini,” ucap Braman ditirukan kembali oleh Yanto.
Baca juga:SK Menko Perekonomian Pukul 21.41 Wita, Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 200 Miliar
Keluar dari gedung Kemenkop, Braman mengajak Yanto bertemu lagi Menkop UKM menyampaikan hasil pertemuan tersebut. Namun ia menyarankannya hasil pertemuan itu disampaikan saja oleh Braman.
Perjuangan mengantar Kopdit Obor Mas menjadi penyalur KUR berliku-liku. Tenaga, waktu, biaya, hingga pengorbanan diri dipertaruhkan. Yanto akhirnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap usaha bagi kebaikan banyak orang selalu mendapat dukungan dan doa. (bersambung)





