Jalan Bolong dalam Kota Maumere Berkurang, Direhab Rp 1,085 Miliar

Rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Maumere di Pulau Flores. (dewadet,com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Bagian jalan yang bolong-bolong pada sejumlah ruas jalan di dalam Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores semakin berkurang terlihat dalam dua sampai tiga pekan belakangan.

Diantara lubang jalan yang sudah ditambal dan kembali mulus bisa terlihat pada perempatan Jalan Soekarno-Hatta sebelah selatan rumah jabatan Wabup Sikka. Bolong jalan yang lain tertangani di Jalan Hasanudin sampai di pertigaan Tugu Selamat Datang, kemudian Jalan Wairklau dan beberapa ruas lainya.

Rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Maumere pada 2026 dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sikka menggunakan anggaran Rp 1,085 Miliar. Perbaikan diprioritaskan dengan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka,Dr. Margaretha Movaldes da Maga Bapa, mengatakan perbaiikan jalan sudah berlangsung sejak tiga minggu lalu. Alokasi anggaran tersebut juga untuk pembersihan endapan drainase pada sejumlah lokasi yang berpotensi merusak jalan pada musim hujan.

Baca juga:Bupati Sikka Tak Menunda Keluhan Warga Minta Penerangan Jalan di SDI Misir

“Sekitar 30-an ruas jalan di dalam Kota Maumere, tapi pada tahap awal 2026 hanya sekitar 10 ruas jalan yang ditangani,” kata Femmy Bapa,sapaanya Margaretha Movaldes.

Dikatakanya, salah satu ruas yang mendapat penanganan metode overlay secara menerus yakni jalan menuju Pasar Alok. Titik kerusakan di ruas jalan ini berdekatan, sehingga lebih efektif ditangani secara menyeluruh pada bagian tertentu.

Sedangkan sejumlah titik yang lain diperbaiki dengan metode patching, termasuk beberapa bagian Jalan El Tari mengunakan campuran aspal panas.

“Jalan Pasar Alok kondisi kerusakan saling berdekatan, kami pakai menerus satu kali overlay.Tidak yang spot-spot,” kata Femmy Bapa.

Baca juga:ASN Dinas Pariwisata Sikka Ikuti HoI di Korea Selatan, Bupati Sikka: Cikal Bakal Hadirkan Maumere Creativ Hub

Dikatakannya, penanganan ini dilakukan berdasarkan skala kerusakan dan tingkat urgensi setiap ruas jalan.

Menurut Femmy Bapa, jika seluruh anggaran tersebut digunakan untuk overlay, panjang jalan yang dapat ditangani hanya sekitar 500-600 meter.

Sementara kerusakan jalan di dalam Kota Maumere tersebar pada banyak titik. Maka, Dinas PU Sikka mengombinasikan metode penanganan mulai dari pengaspalan menerus hingga patching atau penambalan pada titik-titik jalan yang berlubang.

“Dana ini kalau kita konversi ke panjang jalan yang harus diaspal itu hanya bisa dapat 500 meter, sehingga kita melihat mana yang prioritas,” jelas Femmy Bapa.

Baca juga:Bupati Sikka Kutuk KKB Bunuh Dokter Hewan asal Sikka, Minta Negara Tanggungjawab

Selain perbaikan jalan, dana tersebut juga digunakan melakukan pembersihan drainase pada sejumlah titik yang kerap mengalami genangan atau banjir saat hujan.

Pembersihan drainase untuk memastikan aliran air banjir lancar pada musim hujan, sehingga tidak merusak jalan.

Dikatakannya, masih banyak ruas jalan dalam Kota Maumere yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Idealnya, kata Femmy Bapa, diperbaiki melalui overlay secara keseluruhan,bukan hanya melalui penambalan pada titik-titik tertentu. Namun, pekerjaan tersebut membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

“Mudah-mudahan dalam 4-5 tahun ke depan di kota, itu sudah bisa tuntas semua,” hara Femmy Bapa. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan