Sabtu, 11 Oktober 2025. Hari Biasa Pekan XXVII. Nubuat Yoel 3:12-21; Lukas 11:27-28.

Oleh Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI-saudara terkasih. Mendiang Paus Fransiskus pernah berkata, “Tuhan tidak pernah berhenti berbicara kepada kita, tetapi kitalah yang sering menutup telinga dengan kebisingan dunia.”

Kita hidup di zaman di mana suara Allah mudah tenggelam oleh hiruk-pikuk ambisi, media, dan ketakutan. Hidup kita seakan dipenuhi “matahari dan bulan yang gelap” bukan karena alam berhenti bersinar, tetapi karena hati manusia kehilangan terang ilahi. Banyak orang merasa kuat oleh teknologi, namun rapuh dalam jiwa; merasa bebas, namun hampa dalam batin.

Kitab Nabi Yoel menggambarkan saat seperti itu sebagai “hari Tuhan,” ketika semua bangsa dikumpulkan untuk diadili. Ia menubuatkan masa penuh kegelapan bukan sekadar bencana, tetapi saat kesadaran bahwa manusia tak dapat hidup tanpa Allah. Namun di tengah suasana itu, Yoel menyampaikan kabar penghiburan: “Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya.”

Inilah janji yang tak lekang oleh waktu. Dunia boleh berguncang, tetapi siapa yang berlindung pada Tuhan tak akan goyah. Allah bukan hakim yang menakutkan, melainkan benteng kasih bagi mereka yang setia mencari-Nya.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Ketika Hati Tak Lagi Mampu Membedakan yang Kudus dari yang Jahat

Yesus dalam Injil hari ini menegaskan makna kesetiaan itu dengan cara yang lembut namun tegas. Ketika seorang perempuan memuji Maria karena melahirkan-Nya, Yesus menjawab: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Ia tidak menolak pujian itu, melainkan mengubahnya menjadi undangan universal: setiap orang dapat menjadi “keluarga Allah” jika hatinya terbuka pada Sabda. Kebahagiaan sejati tidak bergantung pada apa yang kita miliki, tetapi pada seberapa dalam kita mendengarkan dan menghidupi firman Tuhan.

Saudari-saudara terkasih, mendengarkan Allah di masa kini berarti berani berhenti sejenak dari kelelahan hidup; memberi ruang bagi keheningan; menyingkirkan kebisingan ego, agar Sabda dapat menemukan tempat di hati kita.

Ketika hidup gelap oleh ketakutan dan ketidakpastian, kita diingatkan bahwa terang sejati tidak datang dari luar, tetapi dari hati yang mendengarkan Tuhan. Itulah kebaruan Injil hari ini bahwa perlindungan Tuhan tidak ditemukan di tempat yang jauh, melainkan di telinga yang mau mendengar dan di hati yang mau taat.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Allah Bukan Mesin Permintaan

Maka, marilah kita menjadi umat yang berbahagia bukan karena keadaan selalu mudah, melainkan karena kita belajar hidup dari Sabda dan bersandar pada Allah yang setia. Sebab di tengah dunia yang semakin gelap, setiap hati yang mendengarkan Tuhan akan menjadi matahari kecil yang memancarkan terang kasih-Nya.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:

“Tuhan tidak selalu berbicara lewat badai besar, tetapi lewat keheningan yang hanya bisa didengar oleh hati yang tenang.”

“Kegelapan dunia tidak akan menakutkan bagi mereka yang hatinya diterangi oleh Sabda Allah.”

Tuhan memberkati kita.

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan