Peringatan Hari Buruh; Pekerja Toko, Gudang dan Outsourcing Tak Terakomodir di Organisasi Pekerja
MAUMERE,dewadet,com-Kesejahteraan buruh yang terabaikan karena posisi tawar yang lemah dengan pengusaha dialami pekerja di perusahaan swasta, pekerja toko, buruh gudang, petugas keamanan dan tenaga outsourcing.
“Utama kita di Kabupaten Sikka adalah perhatian kepada penjaga toko, pekerja gudang dan tenaga outsourcing sangat lemah,” kata Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Lorens Say Maumere, Paul Nining Pau, kepada dewadet.com, Kamis siang 1 Mei 2025.
Kenyataan yang terjadi hari-hari ini, kata Paul yakni perlakuan terhadap pekerja di perusahaan swasta semisal pekerja toko, buruh gudang dan tenaga outsourcing. Semua mereka tidak terakomodir dalam wadah atau organisasi yang bisa mengadvokasi dan memayungi mereka.
Untuk menampung pekerja sektor ini, Paul sudah menawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka supaya dibentuk Federasi Buruh di Kabupaten Sikka. Organisasi ini akan memayungi semua serikat buruh yang ada di wilayah ini.
Baca juga:Ketika Hari Buruh Bersamaan Pesta Santo Yoseph Pekerja
“Sampai sekarang belum ada ruang. Belum ada respon supaya dibentuk organisasi ini di Sikka,“ kata Paul.
Di Sikka, organisasi pekerja yang terwadahi dengan baik adalah Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Lorens Say beranggotakan 360 orang. Hak dan kewajiban mereka sejauh ini diurus lumayan baik.
Padahal menurut Paul dengan hadirnya organisasi buruh bisa memayungi kepentingan dan aspirasi tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Valerianus Samador mengatakan tantangan tenaga kerja di Sikka terletak pada kompetensi, kemandirian dan daya saing.
Baca juga: Tanggal 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Simak Sejarahnya
“Modal pendidikan saja tidak cukup. Jaman sekarang sudah banyak orang sekolah, bukan seperti dulu lagi. Harus punya kompetensi keahlian, harus mandiri dan punya daya saing,” kata Samador.
Ketiga aspek ini, menurut Samador menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sikka membenahi tenaga kerja. Pemerintah menggandeng Balai Latihan Kerja Komunitas yang ada di Sikka memberikan pelatihan kepada calon pekerja.
“Mencari pekerjaan pada hari-hari ini harus bersaing. Satu pekerjaan dilamar oleh banyak calon tenaga kerja,” kata Samador.
Baca Juga:Pater Viknesh: Wartawan Punya Kekuatan Mengetahui Kebenaran
Dalam kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja dan lapangan kerja yang makin sulit, hal urgen yang wajib dimiliiki oleh setiap tenaga kerja yakni kemandirian dan daya saing.
“Kita di lokasl (Sikka) lowongan kerja sangat sedikit. Mereka kita siapkan bisia kerja di luar daerah,” pungkas Samador. *





