BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Melekat. Dimurnikan, dan Berbuah
Rabu, 06 Mei 2026, Hari Biasa Pekan V Paskah. Kisah Para Rasul 15:1-6; Yohanes 15:1-8
Oleh: Rd.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara, alam senantiasa mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu memiliki keteraturan, hubungan, dan ketergantungan; demikian pula hidup iman kita hanya akan subur bila tetap melekat pada Allah, Sang Pencipta dan Sumber kehidupan.
Dalam bacaan pertama, muncul persoalan dalam jemaat tentang apakah orang-orang yang percaya kepada Kristus harus mengikuti tuntutan hukum sunat menurut adat Musa. Perselisihan itu tidak diselesaikan dengan emosi, kepentingan pribadi, atau kehendak kelompok tertentu, tetapi dibawa kepada para rasul dan penatua di Yerusalem.
Paulus dan Barnabas menunjukkan bahwa iman yang sejati selalu mencari kehendak Allah dalam persekutuan Gereja. Pesannya jelas bagi kita: ketika menghadapi perbedaan, kita dipanggil untuk tidak memaksakan diri, tetapi membuka hati, berdialog, dan membiarkan Roh Kudus menuntun Gereja menuju kebenaran.
Dalam Injil, Yesus memakai gambaran yang sangat indah: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.” Ranting hanya dapat hidup, bertumbuh, dan berbuah bila tetap melekat pada pokok anggur.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Damai yang Menguatkan di Tengah Kesulitan
Demikian pula, kita hanya dapat menghasilkan buah kebaikan bila tinggal dalam Kristus melalui doa, sabda, Ekaristi, dan kesetiaan hidup. Yesus juga berbicara tentang pemangkasan; sesuatu yang tidak selalu nyaman, tetapi perlu agar hidup kita semakin murni dan berbuah. Teguran, kegagalan, penderitaan, dan tantangan hidup dapat menjadi cara Tuhan membersihkan hati kita dari kesombongan, egoisme, dan kelekatan yang menjauhkan kita dari-Nya.
Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hidup yang terpisah dari Kristus akan menjadi kering, tetapi hidup yang tinggal dalam Dia akan berbuah limpah. Kita dipanggil untuk tetap bersatu dengan Tuhan dan Gereja-Nya, rela dimurnikan oleh proses kehidupan, serta menghasilkan buah kasih, pengampunan, kesabaran, dan pelayanan.
Tinggal dalam Kristus bukan berarti hidup tanpa kesulitan, melainkan hidup dengan keyakinan bahwa setiap pemangkasan Allah selalu bertujuan menumbuhkan buah yang lebih indah.
Semoga hidup kita hari ini menjadi ranting yang setia melekat pada Kristus, agar melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kita, dunia dapat merasakan buah kasih Allah yang hidup.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Semakin Berisi, Semakin Merunduk
Petikan BUSA-H untuk kita:
”Hidup yang melekat pada Kristus akan tetap kuat meski diguncang badai, sebab akarnya tertanam dalam kasih Allah yang tidak pernah layu.”
”Pemurnian Tuhan sering terasa seperti luka, tetapi di baliknya Ia sedang menumbuhkan buah yang lebih matang dalam hidup kita.”
” Buah iman tidak tumbuh dari hati yang jauh dari Tuhan, melainkan dari jiwa yang setia melekat, rela dimurnikan, dan siap menjadi berkat.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@
Editor: Eginius Moa





