MAUMERE,dewadet.com-Tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day bertepatan perayaan Pesta Santo Yoseph Pekerja yanh dirayakan dalam Gereja Katolik.
Tanggal 1 Mei juga bertepatan perayaan Bulan Maria di dalam Gereja Katolik. Selama sebulan penuh umat Katolik sejagat secara khusus melaksanakan devosi kepada Ibu Yesus.
Tanggal 1 Mei menjadi hari dilaksanakannya beatifikasi kepada Paus Yohanes Paulus II menjadi Santo. Paus asal Polandia ini memimpin umat Katoli sejagat selama 27 tahun hingga wafatnya tanggal 2 Mei 2005.
Menurut sejarahnya pada abad ke-19, Hari Buruh dimaknai sebagai hari persatuan, kebersamaan dan kelahiran kembali bagi semua orang untuk berkumpul dan merayakan kehidupan.
Baca juga:Tanggal 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Simak Sejarahnya
Sejak itu sampai sekarang, berbagai negara mempunyai cara dan kebiasaannya sendiri merayakan Hari Buruh. Indonesia menetapkan Hari Buruh Internasional menjadi hari hari libur nasional.
Dikutip dari katolikana.com, Gereja Katolik memeringati dan memaknai Hari Buruh Internasional. Sebagai tanggapan atas perayaan Hari Buruh Internasional, pada tahun 1955, Paus Pius XII menetapkan Pesta Santo Yoseph Sang Pekerja sebagai pelindung para buruh. Hal ini juga sekaligus memupuk devosi umat Katolik kepada Santo Yoseph.
Penetapan hari pest itu menekankan keteladanan Santo Yoseph sebagai pekerja, baik dalam iman Katolik dan pengabdiannya. Keteladanan Santo Yoseph sebagai seorang pekerja juga untuk menyatakan kembali keikutsertaan Gereja terhadap karya penyelanggaraan Tuhan.
Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan bahwa Santo Yoseph adalah orang yang memiliki semangat besar. Dia hebat dalam iman, bukan karena dia mengucapkan kata-katanya sendiri, tetapi di atas segalanya karena dia mendengarkan firman Tuhan yang Hidup.
Baca juga: Pater Viknesh: Wartawan Punya Kekuatan Mengetahui Kebenaran
Dia mendengarkan dengan diam. Hatinya tak henti-hentinya bertekun dalam kesiapan menerima Kebenaran yang terkandung dalam firman Tuhan Yang Hidup.
Belajar dari Santo Yoseph
Tidak banyak memang kisah yang menuliskan tentang Santo Yoseph dalam Kitab Suci, terutama peran Santo Yoseph setelah Yesus menjalankan karya-Nya dan pada saat hari penyaliban-Nya. Bahkan berabad-abad setelahnya pun tidak banyak kisah yang berkaitan dengan hidup dan pribadi Santo Yoseph.
Namun, silsilah dan sejarah inti dalam kehidupan dan peran Santo Yoseph tetap kita ketahui bersama. Seperti tertulis dalam Kitab Suci, Santo Yoseph memiliki garis keturunan Raja Daud. Ia seorang tukang kayu yang sangat taat pada kehendak Tuhan, memiliki perilaku yang luhur budinya, dan berbelas kasih.
Baca juga:Pater Viknesh: Wartawan Punya Kekuatan Mengetahui Kebenaran
Ia sekaligus ayah yang mencintai dengan tulus Bunda Maria dan Yesus. Kita pun bisa melihat bentuk cinta yang tulus tanpa syarat dari sosok Yoseph, yang begitu mencintai Yesus, yang bukan merupakan anak biologisnya.
Profil Santo Yoseph sebagai tukang kayu yang bekerja keras menghidupi Keluarga Kudus. Ia adalah pelindung bagi para pekerja.
Pada tahun 1891, Paus Leo XIII mengeluarkan Ensiklik Rerum Novarum yang merefleksikan peran Yoseph sebagai pekerja. Yesus belajar bekerja dan melayani dari sang ayah, Yoseph.
Santo Yoseph adalah pelindung banyak hal, termasuk Gereja universal, ayah, orang yang sekarat, pekerja dan keadilan sosial. Dalam ensiklik Laborem Exercens, Paus Yohanes Paulus II menyatakan: “Gereja menganggap itu tugasnya untuk selalu memperhatikan martabat dan hak-hak mereka yang bekerja, untuk mengutuk situasi dimana martabat dan hak-hak itu dilanggar, dan untuk membantu membimbing perubahan (sosial) untuk memastikan kemajuan yang nyata untuk manusia dan masyarakat. ”
Baca juga:Cerita Peternak di Mbay Pelihara Sapi Limousin, Sehari Habiskan 50 Kg Rumput dan 50 Liter Air
Pius XII menekankan hal ini, “Roh mengalir kepadamu dan kepada semua orang dari hati Tuhan sang Juruselamat dunia. Tetapi yang pasti, tidak ada pekerja yang lebih nyata dan mendalam yang dapat dilakukan selain Yoseph, yang tinggal bersama-Nya dalam keintiman dan komunitas terdekat dalam kehidupan keluarga dan pekerjaan.
Santo Yoseph, orang suci yang pendiam ini yang diberi tugas mulia oleh Allah Bapa untuk merawat dan menjaga Perawan Maria dan Yesus, kini berperan dalam merawat dan menjaga Gereja dan menjadi teladan bagi semua martabat pekerjaan manusia.
Gereja memberikan teladan mengagumkan kepada kita-para pekerja, yakni sosok Santo Yoseph. Kerendahan hati Santo Yoseph dan ketekunannya dalam bekerja menunjukkan sifatnya sebagai pekerja keras yang dapat dijadikan teladan oleh orang yang bekerja untuk memenuhi panggilan serta para pencari nafkah. Kita belajar dari Santo Yoseph yang begitu rajin dan menekuni pekerjaan itu. *






