Sapi Limousin Seberat 1 Ton dari Nagekeo Disiapkan untuk Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
MBAY, dewadet.com-Seekor sapi jenis Limousin seberat 1 ton atau 1.000 Kg telah milik peternak di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores disiapkan menjadi hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianti untuk perayaan Idul Adha pada bulan Juni mendatang. Sapi Limousin tersebut dijual oleh pemiliknya seharga Rp 50 juta.
Data-data sapi tersebut telah dikirim Dinas Peternakan Nagekeo untuk dievaluasi oleh Kementerian Pertanian RI di Jakarta.
Sapi Limousin adalah jenis sapi potong berwarna merah keemasa yang pertamakali dikembangkan di Prancis. Sapi Limousin merupakan tipe sapi potong dengan perototan yang lebh baik dari sapi Simmental.
Bobot sapi Limousin bisa mencapai 1,2 ton. Persilangan sapi Limousin dengan jenis sapi lainya telah menghasilkan sapi silang seperti sapi Limpo dan sapi Limura.
Baca juga: Belasan Tahun, Puluhan Rumah di Kampung Garam Kota Maumere Langganan Banjir Rob
Kepala Dinas Peternakan Nagekeo, Klementina Dawo menjelaskan peranakan sapi Liomousin ini merupakan hasil inseminasi buatan atau IB, milik Mohamad Alfian, warga Kelurahan Mbay I, Kecamatan Aesesa.
Sapi seberat 1 ton tersebut bukan yang pertamakali berhasil diparon oleh peternak di Nagekeo. Beberapa tahun lalu, kata Klementina, peternak di Nagakeo juga sukses memelihara sapi hingga mencapai berat 1 ton.
“Dalam beberapa kali kontes sapi, kami dari Nagekeo juga berhasi meraih juara,” kata Klementina, dihubungi Rabu siang 30 April 2025.
Pemilik sapi Limousin, Muhamad Alfian, mengatakan data-data sapi Limousin sudah diambil oleh Dinas Peternakan Nagekeo. Dia berharap sapi miliknya bisa dibeli.
Baca juga: 150 Ton Buah Kelapa Dikirim Setiap Pekan ke Pulau Jawa
Namun sampai dengan dia dihubungi Rabu malam, belum ada kabar lagi dari Dinas Peternakan Nagekeo apakah sapi Limousin miliknya akan dibeli.
Selain seekor sapi seberat 1 ton ini, Alfian juga masih memiliki tiga ekor Limousin lainya seberat 700 Kg dan 800 Kg.
“Saya belum tahu perisis apakah mereka jadi belum atau tidak. Kalau tidak jadi maka sapi ini akan dijual ke Banjar, Kalimantan untuk perayaan Idul Adha. Saya masih tunggu informasi dari mereka,” ujar Alfian, kepada dewadet.com. *





