Mulailah dari Pendidikan, Saran Romanus Woga untuk Koperasi Desa Merah Putih
Maumere, Dewadet.com-Mantan Wakil Presiden Koperasi Kredit Asia, Romanus Woga menyarankan pemerintah memulainya dengan motivasi dan pendidikan sebelum mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau mau dirikan koperasi, mulailah dengan motivasi dan pendidikan mengenalkan kepada masyarakat supaya mereka paham dulu koperasi. Mengapa dinamakan Koperasi Merah Putih. Maksud dan tujuannya harus jelas, sehingga mereka akan ikut karena tahu dan sadar,” saran Romanus,disampaikan kepada dewadet.com,Senin 28 April 2025 di Maumere.
Dia menyebut tentang Kopdit yang memulainya dengan pendidikan, berkembang melalui pendidikan, dikontrol melalui pendidikan, mati dan hidup juga bergantung pada pendidikan.
Menurut Romanus, pendidikan menjadi senjata paling ampuh membuat perubahan. Kopdit mengusung motto Pendidikan; Kopdit tidak susah, uang kita aman, pinjam murah, simpan teratur, pinjam bijaksana, angsur tepat turut rencana, pendidikan syarat mutlak. Tiap bulan rapat supaya tahu dan tiap tahun RAT supaya maju.
Baca juga: Romanus Woga Ibaratkan Koperasi Desa Merah Putih, Matahari Tenggelam Sebelum Terbit
Romanus menggarisbawahi sukses koperasi tergantung 10 faktor. Pertama sumber daya manusia karena ‘one going education’. Kedua, kepercayaan anggota tinggi karena ‘sense of belonging’.
Ketiga, pelayanan berkualitas sehingga anggota puas. Keempat, jaringan yang memadai, kolaborasi yang bagus dengan desa, camat, kabupaten, provinsi dan pusat.
Kelima, menjadi penjuru. Keenam kepengurusan yang kuat dan kompak serta manajemen profesional. Ketujuh, persyaratan pinjaman dan pelayanan lainnya tidak berbelit-belit.
Kedelapan, produk yang dibutuhkan anggota dan masyarakat. Kesembilan, letak kantor strategis supaya memudahkan pelayanan. Ke-10, media komunikasi dan informasi supaya anggota mengikuti perkembangan koperasi.
Baca juga:Koperasi Merah Putih, Jangan Ulangi Program BBM dan Anggur Merah
Menurut mantan Ketua Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Nasional, Koperasi Desa Merah Putih perlu menyiapkan sumber daya untuk pengurus, pengawas, manajemen atau pengelola. Mereka perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan dan secara sukarela mau membangun desa melalui koperasi.
“Untuk kita di NTT, saran saya setiap kabupaten atau kecamatan ditentukan satu desa sebagai contoh untuk menggerakan Koperasi Desa Merah Putih secara baik, benar dan betul. Baik tujuan, benar hukumnya dan betul caranya sesuai jati diri koperasi,” pungkas Romanus, mantan Bupati Sikka periode 2019-2003. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




