Koperasi Merah Putih, Jangan Ulangi Program BBM dan Anggur Merah

Keterangan foto: Tokoh Kopdit nasional, Romanus Woga (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,Dewadet,com-Pendirian Koperasi Desa Merah Putih program dari Presiden Prabowo Subianto tak luput dikritisi mantan Ketua Induk Koperasi Kredit Nasional (Inkopdit), Romanus Woga.

Ia mengingatkan jangan sampai Koperasi Desa Merah Putih mengulang kegagalan program BBM pada masa mantan Presiden Gus Dur, maupun program Anggur Merah punya eks Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Mantan Wakil Presiden Koperasi Kredit Asia ini menyodorkan contoh koperas gagal. Pada pemerintahan Presiden Abdul Rahman Wahid alias Gus Dur ada program BBM untuk UKM dan koperasi. Provinsi NTT menerima alokasi Rp 9 Miliar lebih untuk program tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengadilan Negeri Maumere Vonis 9 Tahun Penjara Polisi Tabrak Pejalan Kaki

Kritikan Romanus diungkapkan melalui artikel di Harian Umum Pos Kupang berjudul Dana BBM untuk Koperasi di NTT akan Gagal.

Kadis Koperasi NTT, M. Haryadi, merespon opini tersebut mengatakan penilaian Romanus prematur, karena dana BBM akan disalurkan dengan baik dan lancar.

“Hemat saya, koperasi yang dapat bantuan dana BBM dari pemerintah akan hidup selama dana tersebut ada. Tapi, begitu dana dipinjamkan kepada anggota tidak mengangsur.  Mereka beranggapan dana pemerintah untuk kami orang miskin tidak mungkin kami kembalikan,” kata Romanus, Senin 28 April 2025.

Baca juga: Pembelaan Oknum Polisi Tabrak Pejalan Kaki:Beri Uang, Sapi, Beras dan Moke 

“Ternyata gagal seperti yang saya tulis, koperasi didanai dari program BBM gagal,” Romanus tersenyum mengingatnya.

Tak beda dengan program BBM, Romanus membeberkan program simpan pinjam dana Anggur Merah dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Setiap desa diberi dana Rp 250 juta.

Ketika memberi kuliah umum tentang pembangunan sosial ekonomi masyarakat melalui gerakan koperasi di Unwira Kupang pada bulan September 2013, Romanus menyinggung nilai swadaya dalam gerakan koperasi sejalan jati diri koperasi.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Gigih Cari Keadilan Suami Ditabrak, Direspon Investigasi Polisi  

“Saya beri contoh tentang program anggur merah oleh Gubernur NTT. Saya katakan program anggur merah ini akan jalan selama Pak Frans masih menjabat gubernur. Apabila Pak Frans tidak lagi menjabat gubernur maka anggur merah menjadi menjadi anggur hitam,” kritik Romanus.

Usai kuliah umum, kisah Romanus, Frans Lebu Raya berbisik kepada Romanus. Frans berkilah akan mengalihkan dana Anggur Merah ke Kopdit.

“Saya  katakan sudah sudah terlambat. Anggur Merah tidak ada kabar beritanya setelah Pak Frans tidak lagi menjabat lagi Gubernur NTT,” imbuh tokoh nasional Kopdit ini.

Romanus menegaskan, kegagalan sebuah koperasi juga disebabkan ‘poor public image’ atau citra masyarakat jelek. Jikalau citra atau perasaan terhadap koperasi sudah jelek maka sangat sulit menghidupkan koperasi yang sudah ‘collaps.’

Romanus menyebut Koperasi Unit Desa (KUD). Pada peringataan Hari Koperasi 2017 tingkat Provinsi NTT di Larantuka, Romanus  diundang sebagai pembicara tunggal tentang koperasi.

“Saya katakan sangat sulit hidupkan kembali KUD. Sebab citra atau perasaan masyarakat terhadap KUD sudah jelek. Pada waktu diskusi, utusan Kabupaten Alor mengatakan Alor akan hidupkan kembali KUD dengan APBD. Saya katakan seberapa tahan APBD untuk mengembangkan koperasi, apalagi melanggar nilai swadaya,” tegas Romanus.

Sampai sekarang kita tidak dengar lagi KUD di NTT yang masih bernafas atau sedang bernafas walaupun terengah-engah dan batuk keras. *

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan