Dinas Nakertrans Sikka Fasilitasi Petani Olah Singkong dan Kakao

Kepala Dinas Nakertrans Sikka, Valerius Samador (kiri) bersama timnya membahas rencana pelatihan pengolahan singkong bersama Kadis PerinNaker Trenggalek, Hery Julianto (kopiah), dan instruktur, Maman Yazid Basthomi. (dok, kadis nakertrans sikka).

MAUMERE,dewadet.com-Kesempatan bagus petani di Kabupaten Sikka menaikkan daya tawar hasil panenanya. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sikka memfasilitasi para petani mengikuti pelatihan pengolahan singkong menjadi tepung tapioka dan produk turunannya, juga pelatihan budidaya tanaman kakao dan pengolahan biji kakao dan produk turunanya.

Pelatihan pengolahan singkong dengan mendatangkan instruktur dari Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Tiimur memberikan pelatihan di Maumere, sedangkan pelatihan kakao akan diutus peserta ke Jember, Jawa Timur. Koordinasi pelatihan telah dilaksanakan pekan lalu oleh Kepala Dinas Nakertrans Sikka, Valerius Samador ke Trenggalek, dan Jember.

“Untuk pelatihan pengolahan singkong, pelatihnya datang ke Maumere, sehingga kita bisa perbanyak peserta pelatihan. Pelatihan kakao dikirim peserta ke Jember dijadwallkan antara bulan Agustus-September 2025 disesuaikan dengan mekanisme keuangan pemerintah,” kata Samador, kepada dewadet.com, Rabu 18 Juni 2025.

Samador mengatakan bahan baku singkong tersedia banyak di Sikka. Selaman ino penjualanya dilakukan gelondongan ke pasar-pasar, sedangkan pengolahan makanan kebanyakan direbus dan digoreng.  Padahal singkong bisa diolah menjadi tepung tapioka dan produk turunanya berbagai jenis panganan.

Baca juga: Bandara Frans Seda Ditutup, Kabupaten Sikka Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Sedangkan kakao, petani akan dilatih tentang budidaya kakao dan pengohanan turunan bahan baku kakao tersebut. Pembiayaan dua kegiatan tersebut, kata Samador bersumber dari alokasi dana Pokir anggota DPRD Sikka, Stef Say.

Stef Say dihubungi terpisah mengatakan niatnya mengalokasi anggaran pelatihan semata agar mereka memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengolah biji kakao dan singkong, sehingga memberi manfaat lebih kepada petani.

“Nilai tukar petani selalu lemah maka perlu ada pengetahuan praktis kepada petani mengolah hasil-hasil pertanianya,” kata Stef, Rabu siang 18 Juni 2025.

Tahap awal ini, diakui Stef, petani harus memiliki pengetahuan dan pemahaman. Kelak peralatan produksi akan diupayakan dilengkapi agar secepatnya bisa aktif dan produktif.

Baca juga: Bendung Sutami di Mbay, Sosok Menteri Termiskin, Rumah Dicicil dan Tak Bisa Bayar Rumah Sakit

“Jalan yang saya pilih untuk hilirisasi kakao dan singkong. Mimpi saya kelak terjadi peningkatan penerimaan petani dan kelompoknya,” imbuh politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Stef, bahan baku ubi kayu maupun kakao tersedia banyak di petani. Tetapi ketrampilan petani mengolah hasil panen agar memberi niiai tambah relatif kecil.

“Mungkin akan muncul pertanyaan lanjutan pasarnya ke mana?. Saya kira di jaman ini tidak terlalu sulit mendapatkan pasar,” ujar Stef.

Dia berharap pada saatnya pemerintah turun tangan membantu hal-hal yang berkaitan dengan perizinanya,” Stef menambahkan. *

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan