Kopdit Obor Mas, dari 98 Anggota Perdana menjadi 165 Ribu Orang dan Rp 105.500 Menjadi Rp 1,5 Triliun

General Manajer KOpdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto melakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Kantor  Kementerian Koperasi Jakarta, Selasa 18 Mei 2026.  (dok.kopdit obor mas).

MAUMERE,dewadet.com-KSP Kopdit Obor Mas menjelma dari Credit Union (CU) pada 54 tahun lalu telah memasuki tahapan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025.

RAT Mini berlangsung sejak 8 Mei 2026 telah berakhir tanggal 18 Mei 2026. Selanjutnya RAT Midi pada 18-22 Mei 2026 dan terakhir RAT Paripurna dijadwalkan Sabtu, 30 Mei 2026.

Kopdit Obor Mas, salah satu Kopdit Terbaik Nasional yang menyalurkan Kedit Usaha Rakyat (KUR), asal muasalnya beranggotakan para guru sekolah dasar (SD) yang terlilit kesulitan keuangan di era 1970-an. Belum banyak lembaga keuangan di kala itu mendorong para guru berhutang kepada rentenir mematok bunga sesuka hati.

Gaji kecil dan telat berbulan-bulan melengkapi kesulitan para guru memenuhi kebutuhan hidup.  Keadaan itu juga memaksa beberapa orang guru mundur dari kelas–mendidik dan mengajar anak bangsa.

Baca juga:Kopdit Obor Mas Ikut Bedah Pembiayaan Koperasi Sehat dengan Kemenkop dan LPDB Koperasi     

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Sikka dijabat Yosef Doing, bersama Remigius Sinantong Parera, Yosef Lavanto Parera, St.Osisi da Lopez, GB da Lopez, dan Bartholomeus Tanga menggagas pembentukan CU yang diberi nama CU Obor Mas. Nama tersebut seiring peran guru yang bertugas mencerahkan dan menerangi generasi di masanya.

Salah satu anggota  yang banyak berperan saat itu adalah Videlis Vin Coro. Jabatannya sebagai Kepala Urusan Kepegawaian Dinas P dan K Sikka sangat strategis mengajak dan mennghimpun para gruu menjadi anggpta CU.

Berhimpunlah 98 orang guru SD dan sebagian kecil para pegawai di Kantor Dinas P dan K dan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka sebagai anggota perdana CU Obor Mas.

Dalam pertemuan awal pembentukan CU tanggal 4 November 1972 disepakati simpanan pokok Rp 1.000 per anggota, sehingga terakumulasi Rp 98.000. Selain juga beberapa orang guru menyetor simpanan sukarela, sehingga terkumpul total Rp 105.500 sebagai modal awal CU Obor Mas.

Baca juga:Cerita Imelda Araujo Ikut RAT Kopdit Obor Mas, Bukti Anggota Menentukan Arah Usaha 

Uang itu dipinjamkan pertama kali kepada Stanislaus Yosef, seorang guru domisili di Nelle yang hendak menjalani tunangan dan pernikahan.

Masa-masa sulit, pasang surut dialami lembaga itu berlangsung sekitar 25 tahun lamanya. Di tahun 1998,  saat Yanto mengemban amanah sebagai Manajer Kopdit Obor, jumlah anggota 1.290 orang guru SD sedangkan aset Rp 1.041.981.316, Jumlah anggota dan aset yang tertinggal dari pesaingnya KPN Beringin.

Barulah di usia ke-26, ketika terjadi perubahan dalam manajemen, produk Sidandik dan Sibuhar melengkapi Sisuka. Keanggotaan bukan hanya sebatas guru SD, tapi diperluas melibatkan para SMP dan SMA mengantar lembaga ini mulai menemukan posisinya.

Tahun 2000 menjadi tahun lompatan CU Obor Mas. Leonardus Frediyanto Moat Lering dipercaya menjabat kepala kantor menjalankan tugas manajer melakukan penataan total produk dan manajemen. Terobosan besar-besaran.

Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bertemu Menkop dan Wamenkop Bahas Program Kakak Asuh KDMP

Yosef Doing akhirnya mundur pada bulan April 2000 menjelang RAT  setelah 28 tahun memimpin lembaga itu turut merasa nyaman dengan pilihan kepada Yanto.  Ia telah mengantar Kopdit Obor Mas dipercaya publik sejalan pesan Yosef supaya mengubah beberapa hal mendasar.

Puncak pencapaian paling fenomenal terjadi pada saat masyarakat sejagat dilanda Pandemi Virus Covid-19. Semua aktivitas perekonomian lumpuh, perusahaan dan lembaga keuangan banyak gulung tikar dan gagal bayar.

Tapi justru pada masa paling sulit itu. semangat solidaritas dan gotong royong justru menguat  mendorong aset Kopdit Obor Mas tumbuh Rp 276.906.116.615. Pencapaian yang ‘tidak normal’ membuat akumulasi aset pada akhir tahun 2020 menembus angka Rp 1.022.253.697.680.

Sedangkan pada akhir tahun 2019, akumulasi aset Kopdit Obor Mas baru menyentuh angka Rp 745.347.581.065 atau bertumbuh Rp 41.275.453.880.

Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Lolos Audit Menkop, Menkeu, BI dan OJK

Pertumbuhan aset itu juga diimbangi dengan pertumbuhan anggota. Simpati masyarakat menjadi bagian dari keluarga Kopdit Obor Mas bertambah  10.259 orang menjadi 102.508 anggota. Sementara pada akhir 2019, hanya bertambah 5.573 anggota sehingga akumulasinya 92.249 orang.

Lima  tahun pasca pandemi Covid-19 pada akhir tahun buku 2025,  anggota Kopdit Obor Mas sebanyak 165.412 orang. Akumulasi kekayaan Rp 1.527.265.661,405. Saldo simpanan anggota Rp 1.078.728.296.385, sedangkan saldo pinjaman anggota Rp 1.282.690.672.911.

Angka-angka itu terus melengkapi kepercayaan pemerintah kepada Kopdit Obor Mas menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun 2026 menjadi tahun ke-10 semenjak peluncuran perdana tanggal 19 Desember 2017 oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAN Puspayoga.

Kopdit Obor Mas kini memasuki RAT ke-42 tahun 2025. Semula lembaga ini tumbuh dari benih sangat kecil beranggotakan 98 orang guru SD dan segelintir orang pegawai Kantor Dinas P dan K Kabupaten Sikka dan Kantor Departemen P dan K Kabupaten Sikka. Modal awal hanya Rp 105.500. Kini Kopdit Obor Mas menjelma menjadi  cendawan raksasa memayungi 165.412 orang dan kekayaan atau aset  Rp 1,5 triliun lebih.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan