Lintas Sektor Berkontribusi Turunkan Pengangguran di Kabupaten Sikka
MAUMERE, dewadet.com-Predikat Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran diraih Kabupaten Sikka dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku merupakan kontribusi lintas sektor
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Verdi Lepe mengatakan semua sektor, baik formal maupun informasi punya kontribusi menurunkan tingkat pengangguran. Iini menunjukan bahwa kesempatan kerja lebih tinggi dari angkatan kerja terserap di lapangan kerja.
“Termasuk di dalamnya angkatan kerja antar daerah dan angkatan kerja antar negara. Tugas kami pada aspek administratif, informasi ketenagakerjaan dan dukungan fasilitasi,” terang Verdi didampingi Kepala Bidang Informasi Kerja, Dr.Frans Nara Bata, Rabu siang 20 Mei 2026.
Verdi tak menampik program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi kontrubusi menekan pengangguran di Sikka.
Baca juga:Alumni IPDN Jabat Camat, Bupati Sikka: Tak Ada Sekat, Dendam dan Cawe-Cawe
Dari 17 dapur MBG yang beroperasi di Sikka, setiap dapur menyerap tenaga kerja sekitar 4-50 orang. “Artinya ada ratusan tenaga kerja diserap dari program MBG dan KDKMP,” katanya lagi.
Sementara merujuk Statisik Daerah Kabupaten Sikka 2025 menyebutkan pada pada 2024, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Sikka sebesar 74,99 persen. Hal tersebut dapat diartikan bahwa dari 100 orang penduduk usia kerja, yang termasuk angkatan kerja adalah sekitar 74 orang.
Berdasarkan jenis kelamin, TPKA laki-laki lebih tinggi sebesar 82,23 persen, sedangkan TPAK perempuan 66,47 persen. Ini menunjukan bahwa lebih banyak penduduk laki-laki usia kerja yang berpartisipasi dalam perekonomian dari perempuan usia kerja.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sikka pada 2023 sebesar 2,33 persen berarti bawah dari 100 orang angkatan kerja di Sikka, terdapat 2-3 orang yang termasuk kategori pengangguran.sehingga angka tersebut merupakan besarnya prosentase angkatan kerja yang termasuk dalam pengangguran.
Baca juga:Semester Pertama 2025, Dinas Tenaga Kerja Sikka Berangkatkan 95 Pekerja ke Perusahaan Sawit
JIka ditinjau berdasatkan jenis kelamin, TPT laki-laki dan perempuan berturut-tuurt sebesar 1,78 persen dan 2,96 persen. Ini menunjukkan bahwa TPT penduduk laki-laki di Sikka cenderung lebih rendah dari perempuan dengan selisih antara TPT lalki-laki dan peremouan 1,18 persen poin.
Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Sikka meraih peringkat Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Keberhasilan itu juga mengantar Sikka mendapatkan insentif fiskal Rp 1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago menerima penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago, Selasa, 19 Mei 2026 di Ballroom Hotel Merumatta, Senggigi, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.*





