BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Allah atau Mamon: Pilihan yang Tak Bisa Diduakan

Anak pemulung sampah memungut sampah di Lapangan Kota Baru, Kota Maumere, Kamis siang 18 September 2025.  (dewadet.com/eginius moa).

Minggu, 21 September 2025. Hari Minggu Biasa XXV. Kitab Amos 8:4-7; 1 Timotius 1Tim 2:1-8; Lukas 16:1-13.

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI-saudara terkasih dalam Kristus. Kita hidup di dunia yang hampir segalanya dinilai dengan uang dan keuntungan. Orang dihargai bukan karena siapa dirinya, melainkan karena apa yang dimilikinya.

Kita sering mendengar berita tentang ketidakadilan: orang kecil ditindas, yang miskin diabaikan, yang lemah diperas, sementara yang berkuasa semakin memperkaya diri. Bahkan dalam relasi sosial, kita kadang terjebak dalam mentalitas “untung-rugi”: apakah saya diuntungkan, apakah saya mendapat lebih? Di tengah mentalitas dunia yang dikuasai mamon ini, masihkah ada ruang bagi iman, kasih, dan keadilan?

Kitab Amos hari ini melontarkan teguran yang keras: “Celakalah mereka yang membeli orang papa karena uang, yang menjual orang miskin karena sepasang kasut.” Firman ini begitu relevan dengan zaman kita.

Amos mengingatkan: Allah tidak tinggal diam ketika orang kecil ditindas. Dunia boleh melupakan kaum miskin, tetapi Allah tidak pernah. Dan jika kita mengaku sebagai umat Allah, kita pun dipanggil untuk tidak menutup mata terhadap ketidakadilan, melainkan menjadi saksi kasih dan pembela bagi yang lemah.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Martir Korea: Kesetiaan yang Berbuah Kekelan

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak kita melangkah lebih jauh: bukan hanya melawan ketidakadilan, tetapi juga mendoakan semua orang, termasuk pemimpin dan mereka yang berkuasa. Mengapa? Karena doa adalah cara kita menghadirkan Allah dalam ruang-ruang publik, agar hidup bersama diwarnai damai, kebenaran, dan keadilan.

Paulus menegaskan: Allah menghendaki semua orang diselamatkan. Tidak seorang pun berada di luar lingkaran kasih Allah. Maka doa bukan sekadar rutinitas, melainkan tindakan iman yang sanggup mengubah dunia.

Lalu, mengapa Yesus tampak memuji kecerdikan seorang bendahara yang curang? Bukan karena Ia mendukung ketidakjujuran, melainkan karena Ia ingin menegur: kalau anak-anak dunia bisa begitu cerdik untuk mengamankan kepentingannya, mengapa anak-anak terang sering pasif dalam mengusahakan keselamatan?

Dan, Yesus menutup dengan kata-kata tajam: “ Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon.” Kekayaan, jabatan, atau kuasa bukanlah jahat pada dirinya, tetapi menjadi berhala jika menggantikan Allah dari pusat hidup kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Rasa Cukup: Harta Sejati Orang Beriman

Saudari-saudara terkasih. Sabda Tuhan hari ini menempatkan kita di persimpangan jalan: mamon atau Allah? Untung-rugi atau kasih? Kepentingan diri atau keselamatan? Amos menegur agar kita jangan menindas yang kecil; Paulus mengajak agar doa kita merangkul semua orang; dan Yesus mengingatkan kita agar cerdik dalam iman, jangan kalah oleh dunia yang licik.

Maka mari kita jujur: adakah kita masih diperbudak oleh mamon, oleh uang, oleh kesombongan, oleh gengsi? Atau sudahkah kita sungguh menaruh Allah sebagai pusat hidup kita?

Semoga melalui sabda hari ini, kita dikuatkan untuk menjadi anak-anak terang yang cerdik, berani melawan mentalitas untung-rugi, dan setia mengabdi hanya kepada Allah.

Sebab pada akhirnya, mamon hanya memberi kesenangan sementara, tetapi Allah memberi kebahagiaan sejati. Mamon bisa menjanjikan kuasa, tetapi Allah menjanjikan hidup yang kekal. Pilihan ada di tangan kita: mau mengabdi pada dunia yang fana, atau setia pada Allah yang abadi.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pengampunan Kristus: Dari Luka Menjadi Cinta

Petikan Sabda Allah hari ini:

”Hidup tidak diukur dari berapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi dari siapa yang menjadi pusat kita mengabdi.”

” Dunia boleh lebih lihai mengejar keuntungan, tetapi anak-anak terang dipanggil untuk lebih cerdik dalam setia kepada kasih Allah.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan