BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman yang Berkata ‘Ya’ di Tengah Ketidakpastian
Sabtu, 20 Desember 2025. Hari Biasa Khusus Adven – (Sore: Novena Natal Hari Kelima). Kitab Yesaya 7:10-14; Lukas 1:26-38.
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
SAUDARI-saudara terkasih, Sabda Tuhan hari ini mempertemukan dua kisah tentang Allah yang datang dengan cara yang tidak terduga. Dalam Kitab Yesaya, Allah menawarkan tanda keselamatan di tengah ketakutan dan krisis politik; dalam Injil Lukas, Allah menyapa seorang gadis muda di Nazaret dan mengundangnya menjadi jalan keselamatan bagi dunia. Dua bacaan ini menyentuh realitas hidup kita sehari-hari: saat masa depan terasa tidak pasti, Allah justru datang dengan janji dan kehadiran.
Nabi Yesaya berbicara kepada Raja Ahas yang sedang diliputi ketakutan. Allah menawarkan tanda, tetapi Ahas menolak bukan karena iman, melainkan karena ketakutan yang menyamar sebagai kerendahan hati. Maka Allah sendiri memberi tanda itu: “Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan dinamakan Imanuel.”
Ini bukan sekadar nubuat biologis, melainkan pernyataan teologis yang mendalam: Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Di tengah sejarah yang goyah, Allah hadir. Imanuel berarti: Allah masuk ke dalam situasi manusia, bukan setelah semuanya beres, tetapi justru ketika semuanya rapuh.
Janji itu menemukan kepenuhannya dalam Injil Lukas. Malaikat Gabriel menyapa Maria, seorang gadis sederhana dari Nazaret, tempat yang tak diperhitungkan. Ia tidak memiliki kuasa, status, atau jaminan masa depan. Undangan Allah ini sungguh mengguncang: mengandung oleh kuasa Roh Kudus, menghadapi risiko sosial, dan masa depan yang tidak jelas.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dari Rahim yang Mandul ke Harapan yang Menyelamatkan
Reaksi Maria sangat manusiawi: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Ini bukan keraguan seperti Ahas, melainkan iman yang bertanya. Dan puncaknya adalah jawaban yang mengubah sejarah: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Di sinilah inti iman Adven: bukan memahami segalanya, tetapi mempercayakan diri sepenuhnya. Paus Fransiskus pernah berkata, “Maria tidak meminta jaminan, ia hanya meminta terang; dan ia menyerahkan hidupnya kepada Allah.” Iman bukanlah bebas dari ketakutan, melainkan keberanian untuk berkata “ya” meski masa depan belum jelas. Dalam Maria, kita melihat iman yang aktif, berani, dan siap menanggung konsekuensi.
Pengalaman Maria sangat dekat dengan hidup kita.Banyak dari kita berada dalam situasi “Nazaret”: tugas yang terasa berat, panggilan yang menuntut pengorbanan, keluarga yang retak, pekerjaan yang tidak pasti, atau pelayanan yang melelahkan.
Kita ingin kepastian sebelum taat. Namun Adven mengajarkan sebaliknya: ketaatan membuka jalan bagi karya Allah. Teolog Karl Rahner pernah mengatakan, “Iman adalah keberanian untuk melompat ke dalam pelukan Allah.” Maria telah melompat, dan dunia diselamatkan.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Adven: Tunas Adil di Tengah Krisis dengan Iman yang Melangkah
Saudari-saudara, masa Adven bukan sekadar menunggu Natal, tetapi melatih iman yang berkata “ya” hari ini. Ketika kita berani percaya di tengah ketidakpastian, ketika kita setia dalam hal kecil, ketika kita membuka ruang bagi Allah dalam hidup yang biasa, di sanalah Imanuel hadir. Allah beserta kita, sekarang dan di sini.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Iman bukanlah keberanian karena semuanya jelas, melainkan kesediaan berkata ‘ya’ ketika hanya Allah yang dapat dipercaya.”
“Di saat kita berani membuka hidup yang rapuh bagi Allah, di sanalah Imanuel lahir dan sejarah hidup kita mulai berubah.”
Tuhan memberkati kita.





