Menanti Pater Klaus Kembali dari Jerman Buka Claus Neuman Cup, Ternyata…?

Yosef Nong Sony bincang serius dengan Pater Klaus Neumann, SVD (dok.pribadi).

MAUMERE,dewadet.com-Kepergian selamanya Pater Nikolaus Neumann, SVD pada Kamis 24 Juli 2025 pukul 23.20 Wita atau pukul 15.20 Waktu Jerman sangat mengejutkan bagi warga Kabupaten Sikka dan umat Keuskupan Maumere.

Lebih mengejutkan tentu saja bagi orang-orang yang pernah dekat dengan Pater Klaus, sapaan Pater Nikolaus Neumann.

Ketika kabar duka itu ramai tersebar di berbagai platform media sosial pada Jumat pagi, memori orang-orang tertuju kepada sepakbola, musik dan bombon (permen) dan coklat. Setiap kunjungan ke kamar-kamar pasien di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, tak hanya doa, semangat lekas sembuh yang dibawahnya. Dia membagikan beberapa buah permen kepada pasien.

Tak akan pernah kembali lagi misionaris asal Jerman ke Keuskupan Maumere menciptakan duka mendalam bagi umat Paroki Reinha Rosari Kewapante. Kelompok muda dan tokoh muda anggota DPRD Sikka asal Kewapante, Yosef Nong Sony.

Baca juga: Perginya Pater Bombon: Terima Kasih telah Mengajarkan tentang Bagaimana Seorang Menjadi Imam

Nong Sony,telah sekian tahun dekat dengan Pater Klaus. Dua atau tiga bulan sebelum kepergian Pater Klaus ke Jerman, keduanya masih mendiskusikan turnamen sepakbola Claus Neuman Cup yang sempat terhenti tahun 2024.

“Sekitar dua bulan yang lalu komunikasi yang terakhir. Omong turnamen sepakbola dan orang-orang muda. Sayatunggu dia pulang dari Jerman untuk pembukaan kembali turnamen ini,” kata Sony, Sabtu siang 26 Juli 2025.

Nama turnamen sepakbola Claus Neuman Cup, kata Sony, punya riwayat lumayan panjang ketika digagas pertamakali tahun 2020. Turnamen tersebut hanya untuk SLTA di Kabupaten Sikka, semula ditolak Pater Klaus karena memberi namanya.

“Kami sempat berdebatlah. Saya jelaskan bahwa turnamen ini untuk menghargai karyanya supaya terus dikenang orang. Bagi saya, hanya dengan cara ini mengenang karyanya,” imbuh Sony.

Baca juga: Paus Leo XIV Mengirim Pesan Melalui Kata dan Perbuatan

Turnamen yang akhirnya mendapat restu Pater Kalus, perdana dilaksanakan tahun 2020 mengantar SMK St. Gabriel Maumere meraih juara pertama. Dua tahun kemudian 2022, SMAN 1 Maumere yang membawa pulang piala.

“Tahun 2024 tidak terlaksana dan akan dilaksanakan pada 2025 ini. Ketika tunggu dia pulang (Jerman) buka turnamen ternyata dia sudah pergi selamanya …” Sony menahan suara sedih di balik telponhnya.

Tahun lalu, diakui Sony, turnamen ini tidak bisa diselenggarakan karena berbaga alasanya. Lapangan sepakbola di lahan milik Paroki Reinha Rosari belum kelar dikerjakan. Tanah berbentuk miring harus digusur rata, membangun pondasi pada batas sebelah bawah agar tidak dilintasi kendaraan. Penyediaan sumur bor di samping lapangan untuk menyiram lapangan. Semua pekerjaan itu sudah diselesaikan Sony bersama Pater Klaus.

Semua pembiayaan merupakan kolaborasi Sony yang memanfaatkan dana Pokir di daerah pemilihanya juga bantuan Paler Klaus.

Baca juga: Paus Leo XIV Akan Terima Cincin Nelayan, Simbol Penerus Santo Petrus

Keberpihakan Pater Klaus terhadap pembinaan generasi muda diakui Sony sulit terbantahkan. Di setiap perjumpaan keduanya, yang rutin dibicarakan tentang sepakbola, cabang olahraga kesukaanya dan pembinaan generasi muda. Dia menaruh harapan turnamen sepakbola yang rutin digelar bisa menyumbangankan para pemain untuk Persami

“Persami pertama kali juara El Tari Cup tahun 1984 bersama Pater Klaus. Itu salah satu bukti kecintaan Pater Klaus terhadap sepakabola,” kenang Sony. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan