Kamis, 04 Juni 2026. Hari Biasa Pekan IX. Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 2:8-15; Markus 12:28b-34.

Oleh: RD.Fidelis Dua

SAUDARI dan saudara terkasih. Ada  satu keadaan yang mungkin lebih menyedihkan daripada tersesat jauh dari tujuan, yaitu sudah dekat dengan tujuan tetapi tidak pernah masuk ke dalamnya.

Bayangkan seseorang berdiri di depan pintu rumahnya sendiri, tetapi tetap berada di luar. Ia tahu alamatnya, mengenal pemiliknya, bahkan dapat melihat ke dalam rumah itu, tetapi tidak pernah melangkah masuk.

Dalam kehidupan rohani, keadaan seperti ini ternyata lebih sering terjadi daripada yang kita bayangkan. Banyak orang tidak jauh dari Tuhan, tetapi juga belum sungguh hidup bersama Tuhan.

Injil hari ini memperlihatkan seorang ahli Taurat yang berbeda dari kebanyakan lawan Yesus. Ia datang dengan pertanyaan yang tulus dan mampu memahami jawaban Yesus tentang hukum yang terutama.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Sibuk Memikirkan Surga, Lupa Menghidupi Allah

Karena itu Yesus berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.” Menarik bahwa Yesus tidak mengatakan, “Engkau sudah masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ahli Taurat itu sudah memahami kebenaran, tetapi masih ada satu langkah yang harus dilakukan, yaitu menghidupi kebenaran yang telah diketahuinya. Mengetahui jalan tidak sama dengan berjalan di dalamnya. Memahami kasih tidak sama dengan mengasihi. Mengenal Tuhan tidak selalu berarti menyerahkan hidup kepada Tuhan.

Keadaan ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Banyak orang sebenarnya tidak jauh dari Kerajaan Allah. Mereka mengenal berbagai devosi dan doa, memahami ajaran Gereja, mengikuti ekaristi, bahkan terlibat dalam pelayanan. Namun, kedekatan dengan hal-hal rohani belum tentu berarti kedekatan dengan Tuhan.

Seseorang dapat mengetahui banyak hal tentang kasih, tetapi belum sungguh memberi hati untuk mengasihi secara total. Kerajaan Allah bukan pertama-tama soal pengetahuan yang benar tentang kasih, melainkan hidup yang dibentuk oleh kasih yang benar.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Memberi yang Wajib, Menghidupi yang Benar

Bacaan pertama memberikan langkah yang harus dilakukan. Rasul Paulus berkata kepada Timotius, “Ingatlah Yesus Kristus.” Menarik bahwa Paulus tidak berkata, “Ingatlah ajaran,” atau “Ingatlah aturan,” tetapi “Ingatlah Yesus Kristus.”

Iman Kristiani bukan terutama soal menghafal kebenaran, melainkan soal membangun hubungan dengan Pribadi yang hidup. Karena itu Paulus rela menderita dan tetap setia, sebab ia tidak hanya mengenal Kristus dalam pikirannya, tetapi juga menghidupi Kristus dalam seluruh hidupnya. Di sinilah perbedaan antara orang yang dekat dengan Kerajaan Allah dan orang yang sungguh hidup di dalam Kerajaan Allah.

Saudari dan saudara terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita bertanya dengan jujur kepada diri sendiri. Apakah kita hanya tidak jauh dari Kerajaan Allah, ataukah kita sungguh sudah masuk ke dalamnya? Jangan sampai kita puas hanya mengenal Tuhan tanpa mengikuti-Nya, memahami kasih tanpa mempraktikkannya, atau mendengar Sabda tanpa menghidupinya.

Sebab Kerajaan Allah tidak dimasuki dengan banyaknya pengetahuan, melainkan dengan keberanian menyerahkan hidup kepada Kristus setiap hari. Tragisnya bukan ketika seseorang jauh dari Tuhan, tetapi ketika ia begitu dekat dengan Tuhan namun tetap memilih tinggal di luar pintu.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menjadi Pengelola atau Pemilik?

Petikan BUSA-H untuk kita #04/06/26:

”Jarak terjauh dalam hidup rohani bukan antara manusia dan Tuhan, melainkan antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita hidupi.”

”Tidak sulit mengetahui apa itu kasih; yang jauh lebih sulit adalah menyerahkan hati untuk mengasihi tanpa syarat dan tanpa batas.”

“Kerajaan Allah tidak dibangun oleh banyaknya pengetahuan tentang kasih, melainkan oleh keberanian untuk hidup dalam kasih setiap hari.”

Tuhan memberkati kita. #rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan