AHP Puji Gercep Dicky Raja Respon Ibu Melahirkan Terhambat BPJS Kesehatan

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Parera. (dewadet.com/eginius moa)

MAUMERE,dewadet.com-Bulan Februari 2026 warga Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadu kepada anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera (AHP). Kartu BPJS kesehatan milik sang istri yang non aktif, padahal sang istri sangat butuh untuk proses persalinan.

“Saya ditelphon orang tanya soal BPJS Kesehatan. Istrinya mau melahirkan, tapi kartunya non aktif,” beber AHP dalam Musyawarah Anak Cabang di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Jalan Wairklau Kota Maumere, Rabu siang, 29 Aprill 2026.

Politisi Senayan dari Fraksi PDI Perjuangan itu menghubungi Dicky Raja, anggota DPRD Sikka. Gerak cepat (gercep) Dicky bisa mengatasi kesulitan warga yang membutukan bantuan segera.

“Respon cepat bantu warga maka akan muncul kepercayaan kepada kader PDI Perjuangan. Mereka butuh bantuan, tidak selamanya harus materi, tetapi mengurus keperluan dan akses mereka,” kata AHP dihadapan ratusan pengurus anak cabang dari 21 kecamatan di Sikka.

Baca juga:PDI Perjuangan Sikka Target Menang 2029   

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menegaskan bahwa mengurus partai sama dengan mengurus negara. Kedua hal ini berkaitan dengan rakyat.

“Urus partai juga urus rakyat bukan hanya ‘tota kadera‘ dalam Bahasa Sikka artinya mencari kursi.  Kursi adalah cara atau jalan mengurus rakyat, tetapi intinya dengan partai mendapatkan kekuasan untuk mengurus rakyat,” tegas AHP.

Ditegaskan AHP, urusan politik adalah urusan dengan kepentingan rakyat..Bukan hanya mencari kekuasaan, namun kekuasaan menjadi jalan masuk mengurus negara dan kepentingan rakyat.

Sementara Dicky Raja dihubungi semalam mengatakan keluhan warga terjadi sekitar bulan Februari 2025 ketika seorang ibu hendak melahirkan.

Baca juga:Megawati Lantik Pengurus DPP PDIP, Andre Parera Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi

“Ibu itu mau melahirkan dengan operasi. Sudah terlambat waktu operasinya karena keluarga takut tidak bisa bayar, BPJS istrinya sudah nonaktif waktu mereka pergi periksa terakhir di Puskesmas,” terang Dicky mengaku  lega bisa mengurus warga yang sangat membutuhkan bantuan. *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan