Kopdit Obor Mas: 28 Tahun Didominasi Guru, Kini ‘Dikuasai’ TNT dan UMKM

Anggota Kelompok Solidaritas Kopdit Obor Mas menyampaikan aspirasi pemilihan pengurus dan pengawas baru 2026-2029. (dok.ksp kopdit obor mas).

MAUMERE,dewadet.com-Yoseph Doing menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Sikka di tahun 1970a-n, prihatin menyaksikan kehidupan rumah tangga guru-guru sekolah dasar (SD) kala itu. Gaji mereka kecil, telat dibayar berbulan-bulan memaksa para guru berhutang kepada retenir.

Bersama lima pejabat di Dinas P dan K, dan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Departemen P dan K) Sikka, Remigius Sinantong Parera, Yosef Lavanto Pararera, GB Da Lopez, St. Osisi da Lopez, dan Bartholomeus Tanga digagas membentuk Credit Union (CU) Obor Mas diresmikan pendirianya 4 November 1972.

Berhimpun di masa awal sebanyak 98 orang guru SD dan segelintir pegawai di Dinas P dan K Sikka dan Departemen P dan K Kabupaten Sikka. Di usia ke-54 Kopdit Obor Mas, beberapa anggota perdana masih menjadi saksi sejarah, dan lebih banyak dari mereka telah meninggal.

Selama 28 tahun keanggotaan Kopdit Obor berfokus kepada guru mengusik Sebastianus Bati (almahrum), guru mata pelajaran Biologi di  SMAK St.Gabriel Maumere.

Baca juga:Kopdit Obor Mas, dari 98 Anggota Perdana menjadi 165 Ribu Orang dan Rp 105.500 Menjadi Rp 1,5 Triliun

Pak Bati, namanya disapa di kalangan para siswa-siswi di sekolahnya, sudah lama mengenal Yosef Doing, yang menjabat ketua pengurus Kodpit Obor Mas. Kepada Yosef dan Bendara Kopdit Obor Mas, Yosef Lavanto Parera, Pak Bati menyampaikan keinginan bergabung menjadi anggota.

Kepada kedua pengurus itu juga, Pak Bati menyampaikan agar guru PNS SMP dan SMA bisa menjadi anggota. Alasan sederhana Pak Bati, agar para guru punya wadah sosial kemasyarakatan yang kelak bisa mengatasi kesulitan dialaminya.

Gagasan guru Bati sulit diterima. Yosef Doing beralasan para guru SMA dan SMP sulit diatur. “Nanti kepala sakit, terlalu banyak putar balik,” Yosef Doing beralasan menolak keanggotaan guru SMP dan SMA seperti dikutip dari Buku 50 Tahun KSP Kopdit Obor Mas.

Meski Pak Bati menyakinkan Yosef Doing bahwa guru SMP dan SMA akan patuh dengan semua ketentua, tak mudah meluluhkan hati Yosef Doing.

Baca juga:Bupati Ngada Buka RAT Midi Kopdit Obor Mas, Langsung Daftar Anggota

Yosef Doing menegaskan gagasan menerima keanggotaan guru SMP dan SMA harus dibawah dalam rapat pengurus. Sementara Yosef Lavanto, beralasan gaji guru SMP dan SMA dikelola oleh Departmen P dan K. Sementara gaji guru SD dikelola Dinas P dan K, tempat Lavanto menjadi bendahara dinas.

Alasan demi alasan itu nyaris mematahkan semangat Pak Bati. Tibalah  waktunya, Pak Bati diundang menghadiri rapat pengurus. Ia ditanyai kesanggupan apakah bisa menjamin merekerut guru SMP dan SMA.

“Saya bilang, saya siap cari anggota baru guru SMP dan SMA,” kata Guru Bati pada bulan Desember 2021 di kediamannya di Kota Maumere.

Kesanggupan disampaikan Guru Bati mencari anggota baru membuka jalan baginya. Ketika RAT  tahun 2000 dan pemilih pengurus baru di Aula Bhaktyarsa Maumere, Pak Bati diundang ikutserta.

Baca juga:Cerita Imelda Araujo Ikut RAT Kopdit Obor Mas, Bukti Anggota Menentukan Arah Usaha 

Ia malah terpilih menjadi pengurus kelompok merekrut guru SMP dan SMA. Pengukuhan itu memberinya semangat. Ia mendatangi sekolah-sekolah  mensosialisasikan Kopdit Obor Mas merekrut mereka menjadi anggota.

“Saya sempat ditertawakan oleh teman-teman guru. Mereka heran, saya guru mata pelajaran Biologi, malah urus koperasi. Saya bilang ini urusan sosial saja,” kenang Pak Bati.

Tak diingatnya berapa banyak guru SMP dan SMA yang berhasil direkrut bergabung ke Kopdit Obor Mas. Namun kerjasama dengan para guru dan Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, mendongkrak anggota baru dan simpanan anggota.

Bermula dari guru-guru SD, dan 28 tahun kemudian para guru SMP dan SMA boleh bergabung, kemudian membuka diru merambah semua profesi telah membuat Kopdit Obor Mas berkembang pesat sampai ini di tahun ke-54 usia lembaga ini.

Baca juga:Selesai Pemilihan Pengurus dan Pengawas Kopdit Obor Mas di Kelompok RAT Mini

Menurut buku RAT 2025 tentang Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Laporan Kerja Pengawas, distribusi anggota terbanyak dari profesi tani, nelayan dan ternak (TNT) 39,2 persen serta UMKM 28,5 persen. Sementara PNS 10,6 persen, swasta dan biarawan 7,9 persen. Tenaga kontrak 5 persen, anggota yang belum memiliki pekerjaan 6,1 persen, sopir dan ojek 1,1 persen, pensiunan 1,1 persen, dan TNI/Polri 0,5 persen.

Perkembangan anggota dalam lima tahun terakhir menyebutkan tahun 2022 sebanyak 136.724. Tahun 2023 sebanyak 150.545,  tahun 2024 sebanyak 158.204 dan tahun 2025 sejumlah 165.412 anggota. Menurut jenis kelamin didominasi kaum perempuan sebanyak 89.352, sedangkan kaum pria 76.060. Sedangkan distribusi anggota non PNS sebanyak 88,9 persen, PNS 10,6 persen dan TNI/Polri 0,5 persen.

Kopdit Obor Mas menyandang status Primer Provinsi (NTT) sampai akhir tahun buku 2025 terhimpun 165.412 orang menyebar dalam di 15 kabupaten/kota di NTT yang telah memiliki kantor cabang.

Konsentrasi anggota terbanyak berada di Kabupaten Sikka 57.427 orang, Ende, 18.404 orang, Flores Timur, 17,820, Lembata 14.869 orang, Nagekeo 11.226 orang,  Ngada 10.738 orang, dan Manggarai Barat 6.102 orang.

Baca juga:Buku RAT Digital, Terobosan Hemat Ongkos RAT Kopdit Obor Mas Rp 7,4 Miliar  

Selanjutnya Kabupaten Manggarai 5.020, Manggarai Timur 4.650, TTU 4.869, TTS 4.036, Kota Kupang 3.513, Kabupaten Kupang 1.615,  Belu, 2.519,Malaka 1.179

Penyebaran paling rendah terdapat di wilayah yang belum dibuka cabang pelayanan. Di Kabupaten  Alor 13 orang, Rote Ndao 18 orang, Sabu Raijua 24 orang dan di Pulau Sumba 58 anggota, serta anggota domisili di luar Provinsi NTT sebanyak 1.312 orang. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan