GM Kopdit Obor Mas ‘Beri Habis’ Pengetahuan dan Pengalaman di Bimtek RAPB 2026
MAUMERE,dewadet.com-Tiga hari mengajar kepada peserta bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Anggaran, Pendapatan dan Belanja (RAPB) Kopdit Obor Mas 2026, General Manajer (GM) Kopdit Obor Mas dinilai pengurus memberi maksimal semua pengetahuan dan pengalamanya kepada semua pengurus dan manajemen.
“Menurut kami pengurus, Pak GM sudah hampir final mengajarkan semua pengetahuan dan pengalaman yang dia miliki,” kata pengurus Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, Jumat 23 Januari 2026.
Bimtek RAPB Kopdit Obor Mas 2026 melibatkan 122 peserta dari semua manajer dan staf manajemen cabang dan cabang pembantu, staf kantor pusat dan pengurus berlangsung, Senin-Rabu. 19-21 Januari 2026. Kegiatan di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, juga menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera.
Andreas mengatakan, selama ini RAPB Kopdit Obor Mas disusun oleh kantor pusat. Baru di tahun 2026, RAPB melibatkan semua cabang merupakan terobosan baru dan maju. Manajemen cabang akhirnya mengetahui berbagai dalam merencanakan pendapatan dan belanja di setiap cabang dipimpinya.
Baca juga:Pengurus dan Manajemen Kopdit Obor Mas Jalani Bimtek Penyusunan RAPB 2026
“Ini terobosan baru dan maju yang dilaksanakan oleh Pak GM untuk kebutuhan jangka panjang kami,” kata Andreas.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Valerianus Samador, menutup Bimtek RAPB menegaskan keikutsertaan peserta tidak sekadar mampu menyusun RAPB, tetapi juga mampu mengimplentasikan dalam kerja nyata.
Samador menegaskan bahwa merencanakan pendapatan dan belanja di setiap cabang akan sangat tergantung pada pendapatan dan pendapatan bersumber dari bunga pinjaman. Namun, besar-kecil pendapatan tergantung pada kinerja.
“Pendapatan koperasi tergantung pada bunga pinjaman, dan saldo anggota tergantung pinjaman. Dan, kredit macet harus ditekan sedemikian kecil,” tegas Samador.
Baca juga:Tahun ke-10 Kopdit Obor Mas Mengelola KUR: Lolos Audit Menkop, Menkeu, BI dan OJK
“Besaran gaji sekian bisa naik, bisa turun tergantung pendapatan. Tidak tidak sekedar susun-susun saja RAPB,” tegas Samador lagi.
Ubah Pola Pikir
Sementara Andreas Mbete mengulangi motivasinya kepada peserta Bimtek mengubah pola pikir tidak bisa menjadi harus bisa. Ia mengajak peserta menyadari bahwa tidak bisa sering berasal dari ketakutan, bukan dari kemampuan.
Kalimat tidak bisa biasanya muncul ketika takut gagal, takut dimarahi, takut keluar dari zona nyaman.
Baca juga:GM Kopdit Obor Mas Bekali Manajer Texas 10 Keahlian
“Harus berpikir bahwa ada peluang unttk berkembang, pikiran harus mencari solusi,” kata Andreas sambil menambahkan kalimat tidak bisa diganti dengan bagaimana solusi dan caranya.
Ia mengajak peserta mulai mengerjakan tugas kecil agar otak tidak mengalami kemengan awal. Pola pikir harus bisa menentukan otakmu merasakan usaha menghasilkan usaha. Mulailah dengan langkah-lagkah kecil.
“Banyak orang bilang tidak bisa karena takut hasilnya tidak sempurna. Padahal banyak orang bisa tanpa melewati fase kritikan dan salah berulang-ulang,” pinta Andreas dalam sambutan mengulangi materi dalam Bimtek. *
-
Ping-balik: Kopdit Obor Mas Raih Opini WTP Tahun Buku 2025, Implementasikan SAK-EP – Dewadet




