Persebata Ratapi Kekalahan, Goyang Ja’i CBN Jumpa Perse di Semifinal Piala Suratin
MAUMERE, dewadet.com-Kesebelasan Citra Bakti Ngada (CBN) melaju ke babak semifinal sepakbolaPiala Suratin U-17 2026 melawan musuh bebuyutan Perse Ende setelah menyingkirkan lawan-lawannya pada perempatfinal Minggu, 9 Agustus 2026 di Gelora Samador Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Perse Ende menyingkirkan Persada Sumba Barat Daya (SBD) 2-1 dalam pertandingan pertama pukul 13.30 Wita. Sementara CBN menang telak 3-1 atas Persebata Lembata.
Bermain di siang bolong dan tiupan angin lumayan kencang, Perse Ende dan Persada SBD menyajikan permainan bagus. Persada membuka keunggulan menit k-16 dari Andreas Pasouito Laghora.
Kemenangan itu menghentak pemain Perse menekan lawan dari sayap kiri dan kanan lawan. Hasilnya, sebelum turun minum di menit ke-32, Cristian Alfiano Ba’i menyamakan skor 1-1. Keunggulan Perse ditentukan tendangan bebas Muhammad Zaqwan di menit ke-61.
Baca juga:Perse Ende Tantang Persada SBD, CBN Jumpa Persebata, Tim Mana Lolos Semifinal?
Hasil akhir 2-1 itu mengantar Perse Ende meraih tiket semifinal pertama menanti hasil pertandingan kedua, CBN melawan Persebata Lembata.
Sementara CBN memastikan tiket semifinal bertemu Perse Ende, memulangkan Persebata Lembata 3-1. Atonius Bengu merintis kemenangan di menit ke-31 dalam duel yang nyaris seimbang di lini tengah dan pertahanan.
Dua gol lainya dicetak Albertus Roga menit ke-69 dan 81 ketika CBN memaksa Persebata harus main dengan 10 orang dikartu merahnya kiper, Nursyal Al Hikami.
Penjaga palang pintu Persebata terlanjur keluar sarangnya terpaksa menjatuhkan laju penyerang CBN di luar area 16 meter. Bila tidak gawangnya justru kebobolan, Keputusan Nursyal dibayar mahal kartu merah.
Baca juga:PS Malaka Geser CBN dari Juara Grup D, Bupati Malaka: Perjalanan Masih Panjang
Sedangkan satu gol balasan Persebata dicetak Arlan S.Dasi pada menit ke-81 dari titik penalti. Dalam sisa waktu normal dan tambahan waktu 4 menit tak bisa menolong Persebata mengejar keunggulan.
Kegagalan tim julukan Sembur Paus, ikon Kabupaten Lembata yang terkenal dengan budaya penangkapan tradisional Paus di Lamalera, pantai selatan Pulau Lembata menciptakan dukacita bagi pemaian dan pendukung dan ofisial Lembata
Usiai pertandingan mereka bercucuran air mata meratapi kegagalanya. Keadaan itu berbeda di kubu CBN, para pemain, ofisial dan pendukung menari Ja’i merayakan sukses ke babak semifinal. *




