Pasar Nita, Sesak di Dalam Meluber ke Jalan Negara Maumere-Ende

Suasana Pasar Nita, Kamis 8 Januari 2026. (istimewa)

MAUMERE,dewadet.com-Pasar mingguan di Kecamatan Nita, 10 Km arah barat Kota Maumere,Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung setiap hari Kamis, selalu padat dan ramai oleh para pedagang dan pembeli di seluruh areal hingga meluber di jalan negara jurusan Maumere-Ende.

Sekitar 100-an pedagang yang tidak mendapat tempat di dalam pasar mengggelar dagangan di satu sisi jalan nasional. Dari petigaan jalan menuju pasar ke arah barat sampai di depan Aula Paroki Nita sekitar 100 meter.

Berbagai komoditas dijajakan. Perabot rumah tangga, pakaian, sepatu, ayam, kambing, dan pedagang kaki lima menjual aneka makanan.

Dimanfaatkanya satu sisi ruas jalan nasional oleh para pedagang turut menciptakan semarawut dan macet lalu lintas kendaraan. Sedangkan  satu sisi yang lain digunakan memarkir kendaraan.

Baca juga:Kejari Sikka Tahan Lima Tersangka Korupsi Proyek Air Minum IKK Nita, Negara Rugi Rp 3 Miliar

Pelaksana tugas (Plt) Camat Nita, Herpianus Nong Lanang, dihubungi Sabtu,10 Januari 2026 mengakui areal pasar yang tidak mampu menampung semua penjual. Bahkan para pedagang menjajakan dagangan di halaman-halaman rumah warga.

“Saya sudah ke pasar itu hari Kamis. Para penjual mengira saya akan melarang mereka jual di pinggir jalan. Padahal saya ingin menyaksikan langsung keadaan sebenarnya di dalam pasar. Lokasi di dalam tidak bisa tampung, para penjual dan pembeli desak-desakan,” kata Herpianus.

Herpianus, juga menjabat Kepala Bagian Hukum Setda Sikka, sempat guyon kata “regang” (Bahasa Sikka, artinya pasar), bertemu atau tempat transaksi jual-beli. Regang Nita selalu menyajikan pemandangan yang lain. Padat di dalam dan semerawut di jalan nasonal pada setiap hari Kamis.

Penguna jalan nasional akan stres ketika melintasi jalan di depan pasar tersebut. Macet dan semerawut. Kendaraan dari arah berlawanan berjalan sangat pelan, kadangkala berhenti, ada lagi yang ingin mendahului. Satu sisi jalan digunakan oleh pedagang dan sisi lainya untuk parkir kendaraan dan gerobak.

Baca juga:Kaum Perempuan di Nita Antusias Urus Rekening dan ATM BRI untuk Cairkan PKH

“Namanya saya regang.Regang Nita, padat setiap hari pasar. Di dalam pasar penuh, sehingga banyak pedagang terpaksa jual di pinggir jalan negara Maumere-Ende. Kita tidak bisa marah dan larang mereka tidak boleh jual di pinggir jalan, karena areal di dalam pasar tidak bisa tampung,” kata Herpianus.

Menurutnya, kebutuhan saat ini maupun jangka panjang, Pasar Nita direlokasi.

“Pekerjaan rumah bersama merencanakan relokasi. Cari lokasi baru, memikirkan pengadaan lahan,” kata Herpianius.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan