Metiu, Murid SDK Ferari Maumere Mengumpul Kenangan di Saat Kunjungan Wakil Presiden
MAUMERE,dewadet.dom-Terik pukul 14.00 WITA, Kamis 20 Agustus 2026. Lima hari berlalu pasca Gempa Flores pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.
Ratusan orang, tua-muda berbaur, berjubel di halaman SD Inpres Perumnas di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Prajurit TNI yang tak berbaju dinas hilir mudik di ruas jalan depan sekolah dasar berdampingan dengan Gereja Katolik Perumnas yang belum rampung dibangun.
Kesibukan hari itu sangat berbeda. Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka akan datang ke sekolah itu menyaksikan langsung kondisi para pengungsi Gempa Flores di halaman sekolah dan juga bangunan sekolah tersebut.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, telah tiba lebih dahulu di sana. Beberapa petinggi Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjalankan dinas sementara di Sikka juga sudah hadir.
Baca juga:Wakil Presiden Kunjungi Enam Lokasi Gempa di Sikka Siang Ini
Seorang anak usia SD ada diantaranya. Kakinya beralas sandal jepit warna hitam agak debu, bercelana biru dan baju kaos yang kusam menghampiri Bupati Sikka. Di tangannya memegang balpoin dan buku.
“Pak minta tanda tangan,” pintanya kepada JPYK, sapaan Juventus yang melayaninya sambil senyum-senyum. “Terima kasih pak,” ucapnya berlalu.
Tak lama berselang, dua orang berseragam loreng TNI turun dari mobil. Di kerah bajunya bergambar bintang dua (Mayor Jenderal). Salah satunya memegang tongkat komando tak lain Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, SH, MH.
Tak rasa canggung sedikitpun, ia mendekati kedua jenderal berbintang dua. Pangdam membungkukan badan kepada sang bocah ingin tahu maunya.
Baca juga:Satu Menit Lebih Bayi Perempuan dalam Dekapan Wapres, Ayah Bayi Bilang: Kami Bahagia
“Minta tanda tangan pak,” pinta bocah itu tanpa ragu-ragu. Mayjen Piek membukukan badan lalu tanda tangan pada buku yang dibawahnya. Wajah bocah itu tampak cerah bisa dapatkan tanda tangan.
Bocah kecil yang kemdian diketahui bernama Yohanes Metiu, mengaku mencari tanda tangan untuk dijadikan kenangan.
“Untik jadi kenangan nanti,” ujarnya tersenyum memperlihatkan beberapa tanda tangan di bukunya.
Tampak sederhana, tiingkah pola Metiu yang berani menerobos di barisan petinggi TNI yang menanti kedatangan Wakil Presiden RI ke SD Inpres Perumnas juga tak luput dari perharian banyak warga. Mereka memuji sikap berani anak-anak seusianya.
Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa
“Anak yang berani. Ini bisa jadi calon pemimpin,” puji Vicky da Gomez, jurnalis online di Maumere. *




