Peringatan Tsunami Gempa Flores Bekerja Cepat, 2 Menit 16 Detik
JAKARTA, dewadet.com-Pemerintah memastikan memperkuat kesiapsiagaan sistem peringatan dini, memberikan edukasi untuk meredam kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gempa besar lainnya maupun tsunami pasca Gempa Flores bermagnitudo, 7.7 hari Sabtu 15 Agustus 2026.
Kepala Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat pasca gempa, Rabu 26 Agustus 2026 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikutip dari Setpres.
Ia mengatakan bahwa sistem peringatan dini telah bekerja cepat sejak gempa terjadi.Kurang dari 3 menit BMKG telah mengumumkan ke semua kanal, sehingga masyarakat dapat melakukan penyelematan sebelum tsunami.
“Kurang dari 3 menit kita harus menginformasikan dan menyampaikan potensi tsunami akan terjadi di mana. Jadi tepat 2 menit 16 detik, BMKG mengumumkan ke semua kanal, semua media, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan penyelamatan sebelum tsunami terjadi,” ucap Faisal Fathani.
Baca juga:Sekolah di Sikka Dilabel Merah, Kuning dan Hijau Pasca Gempa Flores
Menurutnya, kecepatan sistem peringatan tersebut turut berkontribusi dalam meminimalkan dampak tsunami yang terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG juga melaporkan tsunami terjadi di sejumlah wilayah di bagian utara Pulau Flores dengan ketinggian hingga 2,5 meter.
“Ini merupakan hal yang baik dibanding dengan kejadian yang sama tahun 1992, 7,8 magnitude, kedalaman 32 kilometer, itu korbannya sampai 2.000 orang, khususnya karena tsunami. Nah jadi karena kita sekarang memiliki 2.000 aloptama (alat operasional utama) sensor terkait kegempaan, di mana 175 ada di provinsi ini, itu membuat kita dapat memberikan warning yang baik pada masyarakat,” katanya.
Selain memastikan kesiapsiagaan sistem peringatan dini, pemerintah juga memberikan edukasi untuk meredam kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gempa besar lainnya maupun tsunami.
Bersama dengan pemerintah daerah, BMKG terus memberikan pemahaman terkait kondisi kegempaan secara tepat kepada masyarakat.
“Masyarakat khawatir sekali sampai staf BMKG ditahan di posko-posko agar mereka merasa nyaman, tenang, takut ada gempa susulan dan sebagainya. Nah sekarang sudah mulai kembali ke rumah, rumahnya juga kondisinya satu lantai dan jarang-jarang. Ini kadang mengambil bantuan ke posko, tapi nanti kembali ke rumah jika kerusakannya ringan, tidak membahayakan. Ini kami memberikan pemahaman seperti itu,” jelasnya.
Turut mendampingi kunjungan Prabowo di Nagekeo, antara lain Mensesneg, Prasetyo Hadi, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU, Dody Hanggodo, Seskab, Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Sigit Prabowo. *
-
Ping-balik: BRIN Jejalahi Zona Megatrusht dan Flores Thrust 200 Hari – Dewadet





